Konsultasi   
  Livestock Update +       Moment Update +       Aqua Update +  




Selasa, 1 Pebruari 2011
Cara Praktis Budidaya Ikan di Sawah

Komoditas Lain
Udang
Air Tawar
Air Laut
Air Payau
Ragam Akua
Hobi Akua

Tanya:
Saya ingin mencoba memelihara ikan, tetapi tidak punya kolam. Saya hanya punya tanah sawah 2 petak, yang luasnya kira-kira 6.000 m2 dan 8.000 m2.  Apakah saya bisa memelihara ikan di sawah?  Ikan apa yang kira-kira cocok untuk dipelihara di sawah?

Jajang-Sukabumi

 

Jawab:
Budidaya ikan di sawah bersama dengan padi (minapadi) sudah dilakukan di Indonesia sejak tahun 1970-an. Sejalan dengan perkembangan teknologi, maka pemeliharaan ikan di sawah sudah banyak berkurang digantikan dengan pemeliharaan ikan di kolam.  Pemeliharaan ikan di sawah saat ini dilakukan tidak bersama dengan padi, tetapi ikannya dipelihara di tanah sawah bekas padi.


Kegiatan ini terutama banyak dilakukan untuk pendederan ikan, dengan masa pemeliharaan 1 ? 2 bulan.  Nah, karena keuntungan budidaya ikan umumnya lebih tinggi dibanding padi, maka para petani padi yang telah merasakan manisnya usaha budidaya ikan di sawah biasanya enggan memelihara padi lagi, tetapi tanah sawahnya diubah menjadi kolam ikan.


Memelihara ikan di tanah sawah memang punya banyak keunggulan dibanding di kolam.  Tanah sawah yang biasanya digunakan untuk memelihara padi, sangat subur sehingga makanan alami yang sangat dibutuhkan oleh benih ikan kecil mudah sekali tumbuh dalam jumlah banyak. 


Kolam sawah biasanya lebih dangkal dibandingkan kolam ikan biasa, sehingga cahaya matahari bisa menembus sampai dasar kolam.  Hal ini menunjang pertumbuhan makanan alami di seluruh lapisan air kolam. Tanah sawah yang baru pertama kali digunakan untuk pemeliharaan ikan juga mengandung banyak ?jerami? batang padi.


Batang padi yang telah dijemur kering lalu terendam air lagi itu menjadi habitat yang baik untuk pertumbuhan ?moina dan daphnia?, sejenis kutu air kecil yang sangat disukai oleh benih ikan.  Makanan alami yang berlimpah dalam kolam sawah membuat ikan dapat tumbuh dengan cepat.
Hal yang perlu diperhatikan, kolam sawah biasanya cenderung agak asam karena pH tanah sawah umumnya < 6.  Oleh karena itu pada saat persiapan perlu dilakukan pemberian kapur.  Dosis kapur berkisar antara 50 ? 100 kg/1.000 m2.  Kapur yang digunakan bisa kapur pertanian atau kapur tohor.  Jika dalam kolam dikhawatirkan terdapat banyak hama (ikan liar) atau ular, maka sebaiknya digunakan kapur tohor.  Saat menggunakan kapur tohor harus hati-hati karena terasa panas di tangan.

 

Selengkapnya baca di Majalah TROBOS Edisi Februari 2011


   Artikel Lain    

    Bijak Kelola Plankton di Tambak

    Kunci Keberhasilan Budidaya Ikan Mas

    Tanggulangi Upwelling di KJA

    Kapasitas Ikan dalam Kolam

    Menghitung Takaran Pakan Ideal


  • Putusan WTO : Momentum untuk Bersinergi
  • Upaya Daerah Menggaet Investasi
  • Kelola Pakan Tambak Mapan
  • Kualitas Air Udang Butuh Seimbang
  •   Waspada IBH
  • Novindo : Lowongan Pekerjaan Aquaculture Specialist
  •   Investasi di Komoditas Sapi
  •   ISPI Sesalkan Kasus Video Sapi Ditarik Mobil

        


    ETALASE    



Home     Our Profile     Trobos Moment     Contact Us     Data Agri     Foto     AgriStream TV     TComm     Berlangganan
Copyright 2014-2017 TROBOS, All Rights Reserved