Konsultasi   
  Livestock Update +       Moment Update +       Aqua Update +  




Selasa, 1 Maret 2011
Siasati Penurunan Produksi Budidaya Ikan

Komoditas Lain
Udang
Air Tawar
Air Laut
Air Payau
Ragam Akua
Hobi Akua

Tanya:
Saya petani ikan kolam air deras di Lubuk Linggau. Saya sudah menggeluti usaha ini selama lebih dari 5 tahun. Saya merasakan hasil panen dalam 2 tahun terakhir menurun, terutama tahun lalu sering kali terjadi kematian ikan dalam jumlah banyak. Menurut informasi dari petugas dinas perikanan, kematian ikan disebabkan oleh penyakit dan menurunnya mutu air irigasi yang digunakan sebagai sumber air. Mohon saran bagaimana menyiasati keadaan ini agar usaha. Terimakasih.

 Arif-Lubuk Linggau

 

Jawab:
Kami turut prihatin dengan kondisi usaha Anda yang kurang menggembirakan. Pada dasarnya penyebab menurunnya hasil produksi antara lain bisa bersumber dari mutu air, lingkungan, benih, pakan, dan kelimpahan penyakit ikan (bakteri, parasit, maupun virus).


Menurunnya hasil produksi dapat dilihat dari pertumbuhan ikan yang lambat. Misalnya biasanya dalam waktu 65 hari ikan sudah bisa dipanen dengan ukuran rata-rata 250 g/ekor atau 4 ekor/kg. Tapi sekarang mungkin baru bisa dipanen setelah berumur 80 hari, berarti ada selisih 15 hari. Menunjukkan bahwa pertumbuhan ikan turun sekitar 23 %. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan yang utama adalah mutu air, benih, dan pakan.
Menurunnya hasil produksi juga bisa disebabkan karena tingginya tingkat kematian ikan selama pemeliharaan.  Kematian yang tinggi pada saat awal pemeliharaan biasanya disebabkan oleh mutu benih, penanganan saat panen benih, transportasi benih, dan aklimasi penebaran benih.


Jika kematian terjadi sedikit demi sedikit tetapi sepanjang masa pemeliharaan maka kemungkinan disebabkan karena mutu air yang kurang baik selama masa pemeliharaan.  Sedangkan kematian yang terjadi mendadak sekaligus dalam jumlah banyak biasanya disebabkan menurunnya mutu air atau serangan penyakit. 


Untuk mengatasi masalahnya maka faktor yang menjadi penyebab harus diketahui, dan faktor penyebab tersebut mungkin lebih dari satu seperti yang kami jelaskan di atas. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah melakukan pengamatan dan pencatatan terhadap setiap kejadian kematian ikan. 


Kolam mana saja yang mengalami kematian, bagaimana tanda-tanda ikan sebelum mata (warna tubuh, kondisi sisik ikan, ada/tidak ada luka, gerakan ikan sebelum mati, dan lainnya). Termasuk apakah ada tanda-tanda perubahan mutu air (warna, kekeruhan, bau air, dan lainnya), maupun kondisi cuaca baik di lokasi kolam maupun di hulu (hujan, banjir, panas terik, dan lainnya).


Langkah kedua adalah memeriksa kondisi secara lebih mendalam. Anda bisa minta bantuan petugas dinas perikanan untuk mengukur mutu air dan memeriksa kondisi kesehatan ikan ke laboratorium kesehatan ikan terdekat.  Jika ternyata mutu air memang menurun maka beberapa tindakan harus dilakukan, diantaranya:

? Membuat saringan agar sampah dari saluran irigasi tidak masuk ke dalam kolam dan selalu membersihkan sampah tersebut dan membuangnya ke darat. Jangan membuang sampah kembali ke saluran irigasi.


? Menjaga kebersihan lingkungan kolam


? Mengatur kepadatan ikan, kolam yang dekat dengan saluran masuk bisa ditebar ikan sedikit lebih banyak dibandingkan kolam di belakangnya.


? Menurunkan padat tebar benih secara menyeluruh.  Kepadatan ikan dalam kolam bukan ditentukan oleh jumlah benih ikan yang ditebar tetapi ditentukan oleh panen yang dihasilkan. Jika selama ini hasil panen rata-rata 3.000 kg/kolam, maka kepadatan benih sekitar 500 kg.


? Mengamati dengan cermat pemberian pakan agar tidak berlebihan. Pakan yang berlebihan mengakibatkan kolam menjadi kotor.  Kita tidak bisa memacu pertumbuhan ikan dengan memberikan lebih banyak pakan. Pertumbuhan ikan mempunyai batas maksimal yang dipengaruhi oleh mutu ikan (genetik ikan), air, dan pakan.


Jika kematian ikan disebabkan karena penyakit, maka harus diidentifikasi jenis penyakitnya.  Ikan sakit bisa disebabkan oleh parasit (cacing dan lainnya), bakteri, atau virus.  Penyakit akibat virus tidak bisa diobati, hanya bisa dicegah dengan vaksin. Penyakit karena bakteri kadang bisa ?diobati? dengan antibiotik.  Tetapi penggunaan antibiotik harus sesuai dengan saran dari dokter hewan atau sesuai petunjuk obat tersebut.  Jika penggunaannya tidak tepat maka pengobatan akan sia-sia, bahkan bisa membuat bakteri kebal terhadap antibiotik. 


Selain itu sebagian besar antibiotik sekarang dilarang digunakan untuk pengobatan ikan karena membahayakan bagi manusia yang mengkonsumsi ikan tersebut. Oleh karena itu lebih baik mencegah dari pada harus mengobati ikan yang sakit.  Salah satu cara untuk mencegah ikan sakit adalah dengan meningkatkan ketahanan tubuh ikan dari dalam.


Ada banyak cara untuk itu, diantaranya dengan penambahan vitamin C kedalam pakan sebelum pakan diberikan kepada ikan.  Penambahan imunostimulan juga mampu membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

 

Selengkapnya baca majalah Trobos edisi Maret 2011


   Artikel Lain    

    Bijak Kelola Plankton di Tambak

    Kunci Keberhasilan Budidaya Ikan Mas

    Tanggulangi Upwelling di KJA

    Kapasitas Ikan dalam Kolam

    Menghitung Takaran Pakan Ideal


  • Peluang Pasar Produsen Alat Kandang
  • Daya Pikat Kandang Modern
  • Supaya KJA Berkelanjutan
  • Kelayakan KJA di Perairan Umum
  •   Dr. drh. Surya Agus Prihatno, MP: Koreksi untuk Upsus Siwab
  •   Menatap Bisnis Broiler 2018
  •   Plus Minus Autofeeder Udang
  •   Pakan Otomatis Genjot Pertumbuhan Udang

        


    ETALASE    



Home     Our Profile     Trobos Moment     Contact Us     Data Agri     Foto     AgriStream TV     TComm     Berlangganan
Copyright 2014-2017 TROBOS, All Rights Reserved