Konsultasi   
  Livestock Update +       Moment Update +       Aqua Update +  




Rabu, 1 Pebruari 2012
Memulai Usaha Budidaya Udang Galah

Komoditas Lain
Udang
Air Tawar
Air Laut
Air Payau
Ragam Akua
Hobi Akua


Tanya:
Saya ingin berkonsultasi mengenai budidaya udang galah.  Mohon penjelasannya langkah awal apa yang harus saya lakukan dalam memulai kegiatan tersebut?  Terimakasih sebelumnya.

Mismun-Pati Jawa Tengah



Jawab:
Langkah pertama yang harus Anda lakukan sudah tentu mencari informasi mengenai pasar konsumsi udang galah.  Udang galah dapat dikelompokkan sebagai makanan “agak mewah” untuk golongan menengah dan atas.  Oleh karena itu biasanya hanya disajikan di rumah makan (termasuk rumah makan “Padang”) dan harganya juga cukup mahal.

 

Jadi Anda harus mengetahui siapa yang akan membeli hasil panen, berapa harganya, berapa jumlah yang dibutuhkan setiap bulan, dan bagaimana ukuran yang dibutuhkan? Informasi ini perlu diketahui meskipun Anda hanya akan menjual udang galah tersebut di pasar setempat.  Informasi ini berguna untuk menyusun rencana produksi udang galah. 

 

Budidaya udang galah (Macrobrachium rosenbergii) umumnya dilakukan di kolam-kolam yang  sama dengan kolam pemeliharaan ikan tawar. Ukuran kolamnya bisa saja bervariasi antara 400 m2 (atau kurang) hingga mencapai ukuran 5.000 m2. Ukuran kolam biasanya disesuaikan dengan ketersediaan lahan dan sistem budidaya yang akan diterapkan. 

 

Kolam yang berukuran kecil (kurang dari 1.000 m2) biasanya terletak berdekatan dengan rumah pemilik kolam, sehingga memudahkan pemantauan dan pengelolaannya.  Sedangkan kolam yang lebih luas biasanya berada pada areal persawahan atau perkolaman, agak jauh dari rumah penduduk.
Pada tahap persiapan kolam sedikit berbeda dibandingkan persiapan kolam untuk ikan.  Hal ini karena udang galah cenderung untuk hidup di dasar kolam, sedangkan ikan hidup pada kolom air.  Oleh karena itu persiapan lahan/tanah dilakukan lebih “matang” dan lebih hati-hati dibandingkan kolam ikan.


Sebelum proses budidaya dimulai, dasar kolam harus dijemur hingga kering agar sisa bahan organik yang terdapat pada dasar kolam dapat terurai dengan baik.  Agar kolam bisa kering maka dibuat saluran-saluran air kecil pada dasar kolam untuk mengalirkan air yang tergenang ke arah pintu atau pipa pembuangan.

 

Pada musim hujan, jika kolam sulit untuk dikeringkan maka sebaiknya digunakan kapur tohor (CaO) untuk membunuh kuman, bibit penyakit, dan parasit yang terdapat di dasar kolam.  Penggunaan kapur ini harus hati-hati karena sifatnya yang panas di kulit manusia.  Jika kolam bisa dikeringkan dengan baik, maka pengapuran tanah dasar dapat dilakukan dengan kapur pertanian dengan dosis  1,0 – 1,5 ton/ha.

 

Tahap selanjutnya adalah pemberantasan hama dengan menggunakan saponin.  Kolam diisi air setinggi 20 - 40 cm, dibiarkan selama 24 - 36 jam agar telur ikan yang mungkin ada di dasar kolam menetas.  Selanjutnya saponin ditebarkan merata ke dalam kolam dengan dosis 200 – 300 kg/ha.  Kemudian air kolam didiamkan lagi selama sekitar 24 jam, lalu dibuang hingga kolam kering lagi.

 

Jika kolam telah siap, air dapat dimasukkan hingga setinggi minimum 80 cm, lalu pupuk dapat mulai diberikan untuk menumbuhkan plankton.  Untuk mencegah tumbuhnya lumut maka sebaiknya pupuk dasar kolam tidak diberikan.  Air kolam dibiarkan selama 3 - 5 hari hingga plankton mulai tumbuh ditandai dengan air berwarna hijau.  Setelah itu kolam siap ditebari bibit udang galah.

 

Jumlah bibit udang galah yang ditebar bergantung teknologi yang akan diterapkan, pada umumnya sekitar 4 - 20 ekor/m2.  Benih sebaiknya berasal dari pusat pembenihan dan bukan dari alam. Hal ini karena benih dari alam ukurannya tidak seragam sehingga kelak perlu dilakukan sortir untuk memisahkan udang yang besar dari udang yang lebih kecil.  Sebagai pemula sebaiknya bapak melakukan dari kepadatan yang rendah dulu, yaitu 4 ekor/m2.

 

Selama masa pemeliharaan udang harus diberi pakan buatan yang bergizi tinggi.  Saat ini sudah ada pakan buatan (pelet) khusus udang galah, atau bisa juga menggunakan pakan udang vannamei (tetapi harganya biasanya lebih mahal).  Pakan diberikan 3 – 5 kali sehari dari pagi hingga sore hari.
Untuk menjaga agar mutu air tetap baik maka penggantian air perlu dilakukan secara rutin.  Penggantian air dapat mulai dilakukan setelah 2 minggu masa pemeliharaan.  Jumlah penggantian air berkisar 5 – 10 % dari volume air, atau 5 - 10 cm dari ketinggian air.  Tetapi penggantian bisa juga diubah sesuai dengan kebutuhan (disesuaikan dengan kondisi kualitas air pada hari itu).

 

Udang galah dapat dipanen setelah 4 bulan, 6 bulan, atau bahkan lebih, sesuai dengan ukuran udang yang dibutuhkan oleh konsumem.  Biasanya udang galah dapat mulai dijual setelah mencapai ukuran  20 - 25 gram/ekor, tetapi semakin besar ukuran udang harganya juga semakin mahal.



Selengkapnya baca majalah Trobos edisi Februari 2012
 


   Artikel Lain    

    Bijak Kelola Plankton di Tambak

    Kunci Keberhasilan Budidaya Ikan Mas

    Tanggulangi Upwelling di KJA

    Kapasitas Ikan dalam Kolam

    Menghitung Takaran Pakan Ideal


  • Peluang Pasar Produsen Alat Kandang
  • Daya Pikat Kandang Modern
  • Supaya KJA Berkelanjutan
  • Kelayakan KJA di Perairan Umum
  •   Dr. drh. Surya Agus Prihatno, MP: Koreksi untuk Upsus Siwab
  •   Menatap Bisnis Broiler 2018
  •   Plus Minus Autofeeder Udang
  •   Pakan Otomatis Genjot Pertumbuhan Udang

        


    ETALASE    



Home     Our Profile     Trobos Moment     Contact Us     Data Agri     Foto     AgriStream TV     TComm     Berlangganan
Copyright 2014-2017 TROBOS, All Rights Reserved