Konsultasi   
  Livestock Update +       Moment Update +       Aqua Update +  




Rabu, 15 Oktober 2014
Memulai Usaha Budidaya Ikan

Komoditas Lain
Udang
Air Tawar
Air Laut
Air Payau
Ragam Akua
Hobi Akua



Tanya:
Saya bermaksud budidaya ikan di tanah kosong yang saya miliki.  Tanahnya tidak luas hanya sekitar 300 m2.  Tujuan saya bukan untuk sumber penghidupan tetapi  asalkan tidak menimbulkan kerugian dan saya senang memelihara ikan nila.  Mohon sarannya.
Aqil-Depok

Jawab:
Produksi ikan pada suatu kolam ditentukan oleh 2 faktor, yaitu ketersediaan makanan bagi ikan dan kualitas air yang dapat menunjang pertumbuhan ikan, terutama oksigen dan suhu.  Jika salah satu faktor tersebut terbatas maka produksi ikan akan terbatasi dengan sendirinya, yaitu ikan tidak tumbuh atau bahkan bisa mati.  

Untuk memudahkan menghitung, produksi ikan biasanya dihitung dari kilogram ikan yang dipanen per meter persegi. Misalnya kolam seluas 200 m2, menghasilkan ikan 100 kg, berarti produktivitas kolam adalah 0,5 kg/m2.

Ikan sebanyak  100 kg berisi berapa ekor? Caranya kita timbang ikan misalnya 10 kg, kemudian kita hitung jumlah ikannya.  Misalnya ternyata jumlah ikan 40 ekor.  Berarti 100 kg ikan kemungkinan berisi 400 ekor ikan. Untuk mendapatkan 400 ekor ikan kemungkinan kita perlu menebar benih sebanyak 600 ekor yang berukuran 10 cm.

Bagaimana caranya kita bisa mengetahui berapa jumlah ikan yang harus ditebar pada awalnya.  Pertama kita bisa bertanya kepada tetangga atau teman yang sudah pernah memelihara ikan di sekitar tempat tinggal.  Jika tidak ada tempat bertanya maka kita bisa memperhatikan kondisi air dalam kolam sebelum ikan ditebar.

Jika air kolam berwarna hijau, dan pada dasar kolam banyak terdapat “kutu air”, cacing, dan binatang kecil lainnya, maka kolam tersebut sudah cukup subur.  Jika air kolam masih terlalu jernih maka kolam perlu dipupuk dengan pupuk urea atau NPK.  Dalam waktu 2 - 3 hari biasanya air kolam akan menjadi kehijauan, pertanda bahwa makanan alami telah tumbuh dengan baik dalam kolam.

Langkah selanjutnya adalah menebar benih ikan ke dalam kolam.  Untuk kolam seluas 200 m2 pada tahap awal cukup ditebar 800 – 1.000 ekor benih berukuran 10 - 12 cm.  Kita amati pertumbuhan ikan selama 7 - 10 hari, jika ukuran ikan mulai terlihat tidak seragam berarti ketersediaan makanan bagi ikan mulai berkurang.

Untuk itu kita perlu memberikan makanan tambahan berupa makanan buatan pabrik atau pelet yang berukuran 2 mm.  Pelet ikan yang kita berikan sebaiknya yang mengandung protein 25 – 28 %.  Pelet ikan diberikan sedikit demi sedikit sebanyak 3 - 5 kali sehari. Setelah ikan berukuran 15 cm maka ukuran pelet yang digunakan diganti dengan yang 3 mm, dengan kandungan protein cukup 25 %.  

Pada tahap ini kita harus jeli memperhatikan tingkah laku ikan, terutama pada pagi hari sebelum matahari terbit atau sesaat setelah matahari terbit.  Jika ikan mulai terlihat berada di permukaan air dengan posisi mulut di dekat permukaan air maka kemungkinan besar kandungan oksigen dalam air sudah terbatas sehingga ikan kesulitan bernapas.  Untuk mengatasi hal ini jika memungkinkan kita tambahkan aerasi dengan menggunakan pompa air sehingga terciptalah gerakan air seperti air mancur di kolam.

Jika tidak ada listrik dapat digunakan mesin disel kecil.  Pompa tersebut tidak perlu dihidupkan sepanjang hari, tetapi cukup dihidupkan 2 - 3 jam sebelum matahari terbit sampai dengan 2 jam setelah matahari terbit.  Tetapi biaya BBM untuk operasional pompa tersebut cukup tinggi.

Pilihan lain adalah memanen sebagian ikan, hal ini dapat dilakukan jika ikan sudah mencapai ukuran tertentu sehingga dapat dijual ke pasar.  Untuk ikan nila biasanya ukuran 100 - 150 gr sudah bisa dijual.  Kita bisa mengambil sekitar 200 - 300 ekor ikan atau sekitar 30 - 50 kg ikan.  Jika kita hendak menjual ikan langsung ke pasar maka ikan bisa dipanen sedikit demi sedikit (sekitar 10 kg/hari).  

Caranya adalah dengan menurunkan ketinggian air kolam 30 %, kemudian ikan diberi pakan di satu tempat sehingga ikan akan berkumpul di tempat tersebut.  Ikan bisa diambil dengan menggunakan serok dan dimasukkan langsung ke dalam plastik yang sudah diisi air kolam.  Dengan cara ini maka ikan dapat dijual dalam keadaan hidup di pasar.  Biasanya harga ikan hidup lebih mahal dibanding ikan yang mati.

Jika jumlah ikan sudah dikurangi maka kemungkinan oksigen yang tersedia dalam kolam akan mencukupi untuk menunjang kehidupan dan pertumbuhan ikan dalam kolam.  Setelah ikan berumur 90 – 100 hari biasanya sudah mencapai ukuran konsumsi pasar, yaitu sekitar 200 - 250 gr/ekor.  Pada saat ini ikan dapat dipanen secara total. Jika tadi kita sudah mengambil ikan 200 ekor maka ikan yang tersisa kemungkinan sekitar 400 ekor, berarti hasil panen sekitar 100 kg.

Selengkapnya baca di majalah TROBOS Aqua Edisi-29/15 Oct 2014 - 14 Nov 2014


   Artikel Lain    

    Kapasitas Ikan dalam Kolam

    Menghitung Takaran Pakan Ideal

    Budidaya Lele di Peralihan Musim

    Peran Vaksinasi pada Ikan

    Persiapan Tambak pH Rendah


  • Kebijakan yang Komprehensif Dinanti
  • Menatap Bisnis Broiler 2018
  • Permainan Dagang Tekan Harga Nener
  • Angkat Pamor Bandeng Skala Industri
  •   Jambore Peternakan Nasional 2017
  •   Dr. drh. Surya Agus Prihatno, MP: Koreksi untuk Upsus Siwab
  •   Plus Minus Autofeeder Udang
  •   Klasterisasi Domba dan Kambing

        


    ETALASE    



Home     Our Profile     Trobos Moment     Contact Us     Data Agri     Foto     AgriStream TV     TComm     Berlangganan
Copyright 2014-2017 TROBOS, All Rights Reserved