Andalan Air Tawar   
  Livestock Update +       Moment Update +       Aqua Update +  




Sabtu, 15 Nopember 2014
Potret Budidaya Koi Makassar

Komoditas Lain
Udang
Air Tawar
Air Laut
Air Payau
Ragam Akua
Hobi Akua

Ikan koi (Cyprinus carpio) merupakan salah satu jenis ikan hias air tawar yang bernilai ekonomis penting dan banyak digemari masyarakat. Tak sedikit yang sukses berbisnis ikan ini. Satu diantaranya adalah Muslim Kadir.

Pria 41 tahun warga Kelurahan Antang Kecamatan Manggala Kota Makassar tersebut mengawali usahanya pada 2001. Muslim Kadir yang akrab dipanggil Mus ini sangat hobi ikan hias sejak kecil.

Suatu waktu Mus begitu tertarik melihat warna-warni ikan koi di Pasar Toddopuli, Makassar. Dia pun berusaha membeli ikan koi tersebut. Modal awal yang dia keluarkan saat itu sekitar 75 ribu dengan membeli ikan koi ukuran 20 cm. Ikan tersebut mulanya sekadar dipelihara di rumah.

Mus berobsesi agar ikan koi miliknya bisa diikutkan lomba atau kontes-kontes ikan hias yang waktu itu sangat ramai di Kota Makassar. Demi mewujudkan mimpinya itu, Mus memutar otak untuk bisa mengembangbiakkan ikan koi sendiri. “Mencari ikan koi indukan saat itu sangat sulit. Karena itulah saya berusaha melakukan breeding (pemijahan) sendiri,” ujarnya.

Selanjutnya pada 2006, Mus diberikan pinjaman induk oleh teman akrabnya yang juga seorang importir ikan koi. Indukan koi tersebut lalu dipelihara di kolam dan akhirnya berkembang. “Teman saya membantu dengan memberikan indukan koi yang harganya berkisar Rp 40 – 50 juta per ekor,” ungkap Mus yang lulusan SLTA.

Budidaya Koi
Menurut Mus, pemeliharaan ikan koi sangat tergantung airnya, yakni filter air harus bagus untuk pergantian air. Mus memulai memelihara 10 ekor indukan pada kolam ukuran 3x5 m. Kepadatan tersebut menurutnya adalah ideal dalam pemeliharaan indukan ikan koi.

Ia menjelaskan, indukan koi akan memulai bertelur dengan ciri-ciri fisik perutnya membesar dan jika diraba terasa seperti berisi air. Kemudian indukan yang terlihat gejala tersebut dipisahkan lalu dipindahkan ke kolam tersendiri. Dalam mempersiapkan indukan koi yang akan bertelur, kolam tersebut diberi rumpon yang terbuat dari tali rapia. Setelah itu dimasukkan ikan koi pejantan sebanyak 2 ekor untuk membuahi betina. Ketika betina tersebut hendak bertelur, langsung ke rumpon yang telah disediakan tadi.

Di dalam rumpon inilah indukan koi menyimpan telurnya. Dari telur-telur tersebut hingga proses penetasan secara alami membutuhkan waktu 3 hari lamanya.  Biasanya ikan melakukan aktivitas bertelur di waktu malam hari. Dalam penetasan inilah pakan biasanya terasa sulit untuk dicari,” ungkap bapak dua putra ini.

Tak ketinggalan pakan yang diberikan untuk indukan koi yakni kuning telur sebanyak 1 butir sehari. Diberikan selama 2 hari berarti 2 butir kuning telur. Pakan berupa kuning telur ini diberikan 3 hari setelah telur ikan menetas. Jumlah ini bisa menghidupi benih ikan yang telah menetas tadi yang jumlahnya bisa mencapai ratusan ribu ekor anak ikan koi. Selain itu juga diberikan pakan alami yakni kutu air. Pakan ini diberikan selama 1 bulan lamanya.

Dalam pemeliharaan ikan koi yang dilakukan oleh Mus, tak lupa ia selalu melakukan pencegahan penyakit secara dini. Sebab jika ikan sudah terserang penyakit sangat sulit untuk dilakukan pengobatan atau sulit normal kembali yang akhirnya ikan akan mati.

Pengembangbiakan ikan koi dengan indukan yang dilakukan oleh Mus adalah sebagian besar dari indukan impor. Dia memilih indukan impor ukuran besara yang sekitar 8 kg per ekor, sebab bisa menghasilkan benih yang ukurannya jumbo. Indukan ini dari masa pemeliharaan hingga bisa menghasilkan anak ikan butuh waktu 1 tahun lebih. Sedangkan indukan lokal membutuhkan waktu sangat cepat pasalnya benih induk lokal ukuran kecil sudah bisa bertelur.

Selengkapnya baca di majalah TROBOS Aqua Edisi-30/15 Nov 2014 - 14 Des 2014


   Artikel Lain    

•    Budidaya Sidat Belum Pesat

•    Ekspor Ikan Hias Terganjal Waktu

•    Mendulang ‘Emas’ dari Ikan Mas

•    Cirata Terdera Upwelling Lagi

•    Waspadai Masuknya Tilapia Virus


  • Kebijakan yang Komprehensif Dinanti
  • Menatap Bisnis Broiler 2018
  • Permainan Dagang Tekan Harga Nener
  • Angkat Pamor Bandeng Skala Industri
  •   Jambore Peternakan Nasional 2017
  •   Dr. drh. Surya Agus Prihatno, MP: Koreksi untuk Upsus Siwab
  •   Plus Minus Autofeeder Udang
  •   Klasterisasi Domba dan Kambing

        


    ETALASE    



• Home     • Our Profile     • Trobos Moment     • Contact Us     • Data Agri     • Foto     • AgriStream TV     • TComm     • Berlangganan
Copyright © 2014-2017 TROBOS, All Rights Reserved