Almamater   
  Livestock Update +       Moment Update +       Aqua Update +  




Sabtu, 15 Nopember 2014
Optimalisasi Spesies Perairan Lokal

Komoditas Lain
Udang
Air Tawar
Air Laut
Air Payau
Ragam Akua
Hobi Akua


Firdaus
Mahasiswa pada Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan

Kebutuhan ikan di Indonesia belakangan ini menunjukkan peningkatan signifikan. Peningkatan tersebut seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kandungan gizi ikan bagi manusia.  Hal ini pun sesuai dengan tren di negara-negara maju yang telah menjadikan ikan sebagai sumber utama protein hewani dibandingkan hewan ternak darat.

Kondisi terakhir tersebut tak pelak menumbuhkan berbagai upaya untuk menaikkan  produksi ikan. Kegiatan budidaya ikan pun menjadi pilihan. Sebab budidaya lebih menjanjikan sebagai pendongkrak produksi ikan yang lebih stabil dan terkendali bila dibandingkan dengan kegiatan penangkapan ikan di laut yang sangat dipengaruhi musim dan faktor lingkungan lainnya.

Demi menunjang kegiatan budidaya ikan ini bahkan pemerintah pernah mendatangkan spesies ikan budidaya dari luar negeri (introduksi), diantaranya adalah ikan bawal tawar, nila, mujair, lele dumbo dan mas. Introduksi juga dilakukan pada ikan hias, antara lain ikan sapu-sapu, gupi, plati pedang & koral, oscar, alligator, dan sebagainya.

Waspadai Introduksi  
Upaya introduksi sebenarnya memiliki tujuan baik, yaitu naiknya tingkat konsumsi ikan di dalam negeri. Sebab ikan budidaya dari introduksi mudah dibudidayakan, dengan demikian pasokan ikan di pasaran jadi meningkat. Ikan pun menjadi kian terjangkau masyarakat ekonomi menengah ke bawah karena harganya kian murah.

Sedangkan untuk introduksi ikan hias oleh para pengusaha seharusnya lebih dipertimbangkan. Karena sebagai negara yang memiliki keanekaragaman hayati ikan hias terbesar di dunia seharusnya lebih mengandalkan dan mengoptimalkan ikan hias yang terdapat di perairan lokal seperti ikan cupang, pelangi, sumatera, dan sebagainnya yang memiliki bentuk dan warna tubuh lebih menarik.

Kekhawatiran lain dari introduksi juga telah ditunjukkan para ahli biologi dunia. Yaitu adanya kecenderungan yang bersifat merugikan terhadap keberadaan spesies ikan alami jika habitatnya dimasuki oleh spesies asing atau ikan introduksi. Ini karena ada persaingan dalam makanan maupun ruang tempat tinggal.

Dengan kata lain jika introduksi terpaksa dilakukan dengan alasan untuk mencukupi kebutuhan protein ikan dalam negeri maka perlu didahului oleh penelitian dan pengawasan yang ketat terhadap kegiatan budidaya yang dilakukan. Sebab dikhawatirkan spesies ikan introduksi tersebut akan terlepas ke perairan alami sehingga akan mempengaruhi keseimbangan ekologi perairan lokal.

Kekhawatiran lain, kondisi lingkungan perairan umum yang makin menurun akibat pembuangan limbah dan sampah domestik akan makin mempercepat dominasi ikan asing yang sudah masuk ke perairan umum tersebut untuk berkembang biak. Sebab hanya spesies ikan asing yang mampu hidup dalam kondisi perairan tercemar berat.

Jika ikan yang mendominasi adalah spesies ikan yang bisa dikonsumsi tentu masih bisa ditangkap dan dimakan oleh masyarakat. Sayangnya yang mendominasi seringkali adalah ikan yang memiliki bentuk menjijikkan untuk dimakan dan ditambah lagi spesies ikan tersebut hidup di perairan yang sangat kotor dan bau seperti ikan sapu-sapu. Jika dibiarkan, hal ini akan mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat lokal yang pada mulanya menangkap ikan untuk kepentingan konsumsi kemudian mulai mengalami kesulitan dalam mendapatkannya karena yang dijumpai hanya spesies ikan asing yang mulai mendominasi perairan tersebut.

Efeknya lagi, nelayan maupun masyarakat yang biasanya melakukan penangkapan ikan akan berkurang karena makin susah mendapatkan ikan yang dulunya sangat mudah ditangkap dengan jaring maupun pancing di perairan umum. Misalnya ikan selais, baung, gabus, patin dan bahkan ikan belida. Ikan tersebut kini menjadi langka di perairan yang dulunya merupakan habitat alami mereka.

Karena itu regulasi tentang introduksi ikan asing baik sebagai komoditas konsumsi maupun sebagai ikan hias seharusnya perlu dilakukan pengawasan yang lebih ketat agar kondisi ekosistem perairan alami lokal tetap stabil. Selain itu perlu penelitian mendalam tentang potensi spesies ikan yang terdapat di perairan alami lokal (misalnya ikan selais, jelawat, patin) sebagai ikan untuk komoditas budidaya. Sebab Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki keanekaragaman ikan air tawar cukup besar di dunia dan spesies asli (native species) yang ada di perairan umum memiliki potensi dikembangkan untuk sektor budidaya.

Selengkapnya baca di majalah TROBOS Aqua Edisi-30/15 Nov 2014 - 14 Des 2014


   Artikel Lain    

    Restiana Budi: RAS Tekonologi Masa Depan Budidaya

    Mia Audina Safitri: Kincir Hemat Energi ala Poltek KP Sidoarjo

    Ardana Kurniaji: Vaksin Pencegah KHV pada Ikan Mas

    Warisan : Potensi Budidaya Ikan Gelodok

    Darmawan Setia Budi, S.Pi., M.Si: Sejarah Domestikasi Ikan


  • Kebijakan yang Komprehensif Dinanti
  • Menatap Bisnis Broiler 2018
  • Permainan Dagang Tekan Harga Nener
  • Angkat Pamor Bandeng Skala Industri
  •   Jambore Peternakan Nasional 2017
  •   Dr. drh. Surya Agus Prihatno, MP: Koreksi untuk Upsus Siwab
  •   Plus Minus Autofeeder Udang
  •   Klasterisasi Domba dan Kambing

        


    ETALASE    



Home     Our Profile     Trobos Moment     Contact Us     Data Agri     Foto     AgriStream TV     TComm     Berlangganan
Copyright 2014-2017 TROBOS, All Rights Reserved