Andalan Air Tawar   
  Livestock Update +       Moment Update +       Aqua Update +  




Sabtu, 15 Oktober 2016
Restocking Benih Sidat di Pelabuhanratu

Restocking Benih Sidat di Pelabuhanratu

Foto: 


Komoditas Lain
Udang
Air Tawar
Air Laut
Air Payau
Ragam Akua
Hobi Akua

Restocking benih ikan sidat sebagai bentuk nyata komitmen PT Iroha Sidat Indonesia dalam menjaga keberlangsungan populasi sidat di alam

 

Sidat (Anguilla spp) merupakan ikan dengan nilai ekonomi yang tinggi dan diperdagangkan secara internasional. Namun, akibat terganggunya jalur migrasi sidat di sungai, berkurangnya habitat akibat kerusakan dan pencemaran lingkungan, serta adanya penangkapan dengan cara yang tidak bertanggung jawab, telah menyebabkan populasi benih sidat semakin menurun. Tak mau tinggal diam melihat kondisi ini PT Iroha Sidat Indonesia (Iroha) sebagai anak usaha JAPFA berupaya ikut menjaga keberlangsungan populasi sidat di alam dengan mengadakan pelepasliaran (restock­ing) benih sidat sejak tahun 2013.

 

Restocking benih sidat dilakukan Iroha di sungai Cicatih dan Cimandiri, Pelabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat pada bulan September yang lalu. Upaya restocking tersebut bertujuan untuk memulihkan populasi sidat khususnya di wilayah pesisir dan perairan Sukabumi. Program ini merupakan hasil kerja sama antara Institut Pertanian Bogor (IPB), Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sukabumi, dan Iroha. Acara ini turut dihadiri oleh perwakilan pemerintah Kabupaten Sukabumi, World Wildlife Fund (WWF), serta perwakilan penduduk sekitar.

 

Dikatakan oleh Ridwan Affandi, Guru Besar Departemen Mana­jemen Sumberdaya Perairan IPB, di negara seperti Jepang, China, dan Korea sudah diberlakukan pembatasan kuota penangkapan sidat karena jumlahnya sudah sangat terbatas. ”Beruntungnya hal ini belum terjadi di Indonesia. Untuk itu diperlukan upaya melestarikan populasi sidat ini, salah satunya dengan restocking. Sehingga siklus hidup sidat dapat terjaga dengan baik,” tukas Ridwan.

 

Dalam sambutannya, Mohammad Mukhlis Kamal, Kepala Departemen Manajemen Sumber Daya Perairan FPIK IPB juga menekankan pentingnya membangkitkan kesadaran semua pihak untuk ikut bersama-sama melindungi kawasan sungai dan sum­berdaya sidat dengan memperhatikan ekosistem.

 

Iroha menunjukkan komitmennya untuk menjaga kelestarian sidat dengan melakukan restocking untuk kesekian kalinya. J. Soetanto, Direktur PT Iroha Sidat Indonesia mengakui bahwa perusahaannya memperoleh pasokan benih sidat dari hasil tangkapan alam. Oleh karena itu PT Iroha merasa bertanggung jawab dalam menjaga kelestarian sidat ini. Pada restocking kali ini, dilepaskan 10.000 ekor sidat dalam bentuk elver (benih) dengan berat rata-rata 8,5 gr dan panjang rata-rata 10 cm.

 

“Kita sadar bahwa kelestarian populasi sidat di alam meru­pakan jaminan bagi kesinambungan bisnis Iroha juga. Tanpa ada benih sidat di alam, Iroha tidak akan ada juga,” katanya. Diakui Soetanto, sidat di Indonesia memang kurang populer. Salah satu penyebabnya adalah harga sidat yang memang cukup tinggi untuk masyarakat pada umumnya. Saat ini, hampir 90 % produk olahan sidat Iroha (unagi kabayaki) diekspor ke Jepang.

 

Iroha mengharapkan, lanjut Soetanto, agar upaya yang di­lakukan ini mendapatkan dukungan masyarakat setempat dengan tetap mengedepankan kearifan lokal untuk menjaga lingkungan pada saat memanfaatkan alam untuk kepentingan ekonomi. Apa yang dilakukan Iroha ini sejalan pula dengan sistem tata nilai yang dianut JAPFA sebagai induk perusahaan, yaitu Growing Towards Mutual Prosperity, yang mencakup tanggung jawab terhadap ke­berlanjutan dan lingkungan (sustainability / environment). “Semoga anak cucu kita nanti tidak hanya mengenal sidat dari gambar saja, tetapi masih dapat melihatnya langsung di alam karena populasinya masih terjaga,” tutup Soetanto.

 

Keberlanjutan

Restocking merupakan upaya untuk menjaga keberlanjutan usaha budidaya sidat yang saat ini masih mengandalkan benih dari alam. Direktur WWF Indonesia Wawan Ridwan yang turut hadir mengungkapkan rasa optimisnya dengan program restocking ini. Karena ia melihat dukungan yang besar dari semua stakeholder.

 

”WWF akan selalu berdampingan dengan siapapun yang berupaya menjaga kelestarian alam. Kita tidak dilarang untuk me­manfaatkan sidat, yang dilarang adalah merusaknya. Kewajiban kita untuk mengestafetkan sidat ke generasi selanjutnya,” tegas Wawan.

 

Tony Ruchimat, Direktur Pengelolaan Sumberdaya Ikan, Ditjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan, menyambut baik kegiatan restocking yang dilakukan Iroha. “Re­stocking diperlukan agar usaha perikanan khususnya sidat ini bisa terjaga keberlanjutannya,” pungkas Tony.

 

Lebih lanjut dia menjelaskan permintaan sidat yang berasal dari Indonesia sangat tinggi khususnya dari Jepang, Hongkong, dan Taiwan. Hal ini dikarenakan kekurangan benih sidat di negara-negara tersebut. “Sebagai bentuk perhatian dari pemerintah, kami sedang menyusun rencana pengelolaan perikanan sidat. Mencakup 3 aspek yakni ikannya dan habitatnya, sosial ekonomi, serta tata kelolanya. Kemudian akan ada rencana aksi nasionalnya. Pemerintah tidak bisa berdiri sendiri, jadi membutuhkan keterlibatan semua stakeholder,” ujarnya menerangkan.

 

Subtomy Subas, Kepala Bidang Pengendalian Sumber daya Kelautan dan Perikanan, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabu­paten Sukabumi, juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan penangkapan sidat dengan menggunakan cara yang tidak ramah lingkungan seperti listrik, racun dan bom ikan. TROBOS

 


   Artikel Lain    

    Jadikan Patin Tuan Rumah di Negeri Sendiri

    Mau Ekspor Ikan Hias Saja Susah!

    Potret Desa Wisata Perikanan

    Merajut Industri Patin Dalam Negeri

    Endi Setiadi Kartamihardja: Jawab Persoalan Daya Dukung Jatiluhur


  • Mengurai Stagnasi di Sapi Perah
  • Daya Pikat Koperasi
  • Kemitraan Budidaya Nila Berkelanjutan
  • Raup Peluang Pasar Nila
  • Training Jurnalistik Media Petemakan
  •   Urgensi Biosekuriti Tambak Udang
  •   Menyiasati Margin Budidaya Lele
  •   Efisiensi Kandang 3 Lantai

        


    ETALASE    



Home     Our Profile     Trobos Moment     Contact Us     Data Agri     Foto     AgriStream TV     TComm     Berlangganan
Copyright 2014-2017 TROBOS, All Rights Reserved