Konsultasi   
  Livestock Update +       Moment Update +       Aqua Update +  




Sabtu, 15 Oktober 2016
Cara Efektif Hilangkan Bau Lumpur

Komoditas Lain
Udang
Air Tawar
Air Laut
Air Payau
Ragam Akua
Hobi Akua

Tanya:

Saya pembudidaya patin sudah memproduksi patin untuk kebutuhan cold storage untuk produk Fillet. Hingga saat ini sudah hampir 3 tahun mengirim patin ke pabrik Jakarta, dan kadang-kadang mengalami kendala terhadap bau tanah, khususnya ketika musim kemarau. Mohon saran untuk langkah-langkah komprehensif untuk memperkecil masalah tersebut? Produk dari Alltech apa yang bisa menjadi alternatif solusi?

   Edi – Lampung

 

 

Jawab:

Bau lumpur tidak hanya dialami oleh ikan patin. Namun juga dialami pada ikan gurami dan ikan bandeng. Pada patin mulai santer dibahas karena budidaya patin berkembang pesat di Indonesia terutama sejak keran impor dari Vietnam ditutup. Seiring dengan perkembangan tersebut, masalah bau lumpur menjadi salah satu kendala yang perlu mendapat perhatian. Padahal standar “Zero muddy  smell” adalah persyaratan mutlak bagi pasar untuk menerima dengan kualitas premium.

 

Sudah banyak diketahui bahwa salah satu penyebab bau lumpur pada daging patin adalah adanya racun yang diproduksi oleh Blue Green Algae (BGA) yang dinamakan geosmin.  Para peneliti menyatakan bahwa bau lumpur pada daging ikan berasal dari kelimpahan fitoplankton alga hijau-biru dari Genus Mycrocystis, Anabaena, dan Oscilatoria yang menghasilkan senyawa geosmin. Senyawa geosmin inilah yang memberi rasa lumpur pada daging ikan.

 

Jika menyimak pada paragraf awal tersebut, ada kontribusi kualitas air yang menyebabkan bau lumpur tersebut yang dipicu oleh adanya dominasi plankton tertentu. Umumnya dominasi plankton tersebut adalah jenis BGA yang akan dominan tumbuh pada kondisi N/P ratio kurang dari 15.

 

Diduga sebagai pemicu awal adalah ketika masa budidaya mencapai masa diatas 4 bulan, saat ikan memasuki masa tinggi pemberian pakan, otomatis sampah fosfat yang dihasilkan juga tinggi. Akibatnya terjadi ketidakseimbangan kandungan N dan P sebagai sumber nutrisi utama dari plankton. Akibat selanjutnya adalah terjadilah perubahan dominasi plankton.

 

Keadaan perubahan dominasi plankton bisa terjadi secara musiman. Jika kita cermati, peluang munculnya bau tanah akan sering ditemukan ketika musim kemarau, dimana akibat dari tingginya intensitas fotosintesa dan menurunnya N/P ratio akibat dari berkurangnya intensitas penggantian air.  

 

Tentunya dengan kondisi musim yang berbeda diperlukan pula pendekatan yang berbeda. Jika sudah terjadi perubahan dominasi kearah dominan BGA, sebenarnya tidak hanya permasalahan bau lumpur yang akan muncul, masalah lain yang akan menyusul antara lain terjadi perubahan dominasi bakteri positif dan fluktuasi suhu yang lebih lebar. Tejadinya perubahan 2 variabel tersebut, pada ikan akan berdampak menurunnya kemampuan cerna dan kekebalan tubuh.

 

Strategi penanganan bau lumpur perlu dilakukan secara komprehensif melalui pakan dan melalui manipulasi kualitas air. Mengapa pada patin, gurami, dan bandeng yang sering kita jumpai adanya bau lumpur? Jawabnya adalah karena mereka cenderung herbivora.

 

Alltech memberikan solusi komprehensif melalui pemberian Aquate Defender di pakan, dan Deodorase di pakan dan air. Deodorase Adalah produk natural dari Alltech yang berbahan dasar Glycocomponent dari tanaman Yucca. Sedangkan Aquate Defender sebagai kombinasi mineral mikro Zn dan Selenium organik yang seimbang ditambah dengan extract yeast adalah suatu kombinasi bahan yang sangat sesuai untuk growth promotor melalui peningkatkan kemampuan cerna dan kesehatan usus. Kombinasi Aplikasi Aquate Defender dan Deodorase adalah kombinasi yang sangat tepat (aplikasi penggunaan lihat tabel).

 

Permasalahan cost memang sangat sensitif jika diaplikasikan pada budidaya ikan. Namun tidak perlu khawatir, aplikasi Deodorase dan Aquate Defender secara cost treatment sangat efektif dan efisien. Dengan dosis yang rendah (biaya murah) aplikasi ini sangat efektif mencegah terjadinya bau lumpur. Disamping bisa mencegah munculnya bau lumpur, aplikasi Aquate Defender dan Deodorase juga efektif untuk :

 

·         Memperbaiki tekstur daging, karena pertumbuhan ikan tidak sekedar pembesaran sel (Hiperplasia), namun lebih mengalami perbanyakan sel baru (neoplasia).

·         Meningkatkan SR karena kematian awal tebar bisa dicegah karena sistem imun terpelihara dengan baik

·         Meningkatkan pertumbuhan 5-10%

·         Pakan lebih efisien karena terjadi keseimbangan antara proses mencerna pakan dan penyerapan nutrisi (rata2 efisiensi 0,1-0,2 lebih hemat)

·         Memperbaiki dan memelihara struktur vili usus, karena vili usus dan microflora usus tumbuh dengan baik.

·         Memelihara sistem ormoregulasi tubuh, karena kadar ammonia darah selalu rendah.

 

Sangat disarankan, agar Aquate Defender dan Deodorase jika dicampurkan melalui pakan langsung (on-top) dan bisa terjadi pencampuran yang homogen serta tidak ada bahan yang terbuang. Sebaiknya pencampuran dilakukan dengan memberikan perekat atau bahan lain yang tidak bisa membuat bahan mudah larut di air. Misalnya minyak ikan atau omega protein.

 


   Artikel Lain    

    Nilai Lebih Pakai Plastik Tambak

    Deodorase Tekan Ammonia Budidaya Lele

    Menonjolkan Kualitas Warna Ikan Koi

    MOS dan EnzimAlternatif Solusi WFS (White feces Syndrome)

    Deteksi Dini Myo pada Udang


  • Keramba Jaring Apung
  • Dermaga Apung
  • Jukung
  • Wisata Bahari
  •   IKLAN ONLINE
  •   Perkiraan Harga Sapi Selanjutnya
  •   Bahan Baku Alternatif Pengganti Jagung
  • Lowongan Kerja: PT Citra Mandiri Kencana

        


    ETALASE    



Home     Our Profile     Trobos Moment     Contact Us     Data Agri     Foto     AgriStream TV     TComm     Berlangganan
Copyright 2014-2016 TROBOS, All Rights Reserved