Advertorial Livestock   
  Livestock Update +       Moment Update +       Aqua Update +  




Selasa, 1 Nopember 2016
Stop Siklus Gumboro!

Stop Siklus Gumboro!

Foto: 


Komoditas Lain
Unggas
Sapi Perah
Sapi Potong
Domba/ Kambing
Aneka Ternak
Hobi Livestock

 

 

Sifat virus gumboro (IBD) yang sangat tahan di lingkungan dan sulitnya kontrol serangga pembawanya (dark beetle) akan menyebabkan virus sangat mungkin endemis di lingkungan farm. Hampir dipastikan DOC akan berinteraksi dengan virus ini pada saat masuk di farm jika kandang tersebut mempunyai sejarah sering munculnya kasus gumboro. Untuk itu diperlukan program kontrol yang tepat untuk menghentikan siklus.

 

Ada 3 program yang harus dilakukan untuk menghentikan siklus gumboro di lapangan antara lain:

 

A. Sanitasi dan Biosekuriti

Berdasarkan hasil isolasi dan identifikasi team Ceva, 100% virus gumboro lapangan yang ditemukan di Indonesia adalah vvIBD (very virulent Infectious Bursal Disease). Tekanan virus (tantangan virus) dan jumlah virus yang menantang sangat terkait dengan sistem manajemen yang diterapkan di farm (all in-all out, reused litter, multiage, struktur kandang), kualitas pembersihan kotoran pada saat proses kosong kandang, program desinfeksinya dan program kontrol serangga pembawanya.

 

Proses sanitasi ini sangat penting untuk meminimalkan tantangan virus dari satu periode ke periode selanjutnya walaupun untuk menghilangkan 100 % virus IBD dengan proses ini sangatlah mustahil.

 

B. Kekebalan Asal Induk

Diperlukan kekebalan asal induk atau Maternal Derived Antibody (MDA) untuk mencegah infeksi bursa fabricius di dua minggu pertama. Kekebalan ini dapat dicapai dari hasil program vaksinasi IBD kill di induknya yang kemudian akan diturunkan ke anaknya.

 

Tingkat MDA ini akan dimetabolisme seiring dengan pertumbuhan anak ayam dan pada suatu saat akan mencapai tingkat yang non– protektif dimana usia kerentanan tersebut tergantung pada :

  1. Kuantitas awal MDA: semakin tinggi dan seragam, semakin kuat dan semakin lama perlindungannya.
  2. Tingkat tantangan dan keganasan virus IBD di farm, semakin tinggi tantangan dan keganasan virus maka semakin pendek perlindungan MDA.
  3.  

C.Kekebalan Aktif (Kekebalan Vaksin)

Kekebalan aktif diperlukan setelah kekebalan dari induknya sudah menurun dan dapat digertak dengan pemberian vaksin hidup yang dilemahkan lewat air minum ataupun vaksin hidup dalam bentuk imun kompleks yang diaplikasikan di hatchery. Semua vaksin hidup akan bereplikasi dan berkolonisasi di bursa fabricius untuk bekerja (take vaccine). Akibat adanya interferensi dari MDA, ketepatan take vaksin dari vaksin hidup sangat dipengaruhi dengan tingkat MDA di individu ayam. Karena tingkat MDA di setiap individu ayam bervariasi, maka penggunaan vaksin Gumboro di hatchery (Cevac®TRANSMUNE) dapat menghindari terjadinya kegagalan vaksinasi gumboro akibat tidak tepatnya jadwal vaksinasi.

 

Vaksinasi di hatchery dengan Cevac®TRANSMUNE dapat menghentikan siklus gumboro karena :

1. Cevac®TRANSMUNE memberikan kekebalan yang seragam akibat dari aplikasi yang seragam dan bekerja di tingkat kekebalan asal induk berapapun.

2. Cevac®TRANSMUNE mampu bereplikasi di bursa fabricius dengan cepat dan aman.

 

Vaksin ini mampu melindungi terhadap infeksi dan menghalangi replikasi virus gumboro lapangan jenis apapun sehingga meminimalkan shedding virus gumboro lapangan dan pada akhirnya mengurangi resiko tantangan dari siklus ke siklus.

 

Cukup Satu Kali Vaksinasi IBD Seumur Hidup

Sebuah studi dilakukan di empat broiler farm dengan sistem closed house yang berkapasitas hampir 900,000 ekor di Jawa Barat. Setiap farm tersebut mendapat dua perlakuan yaitu 50% kandangnya divaksin dengan Cevac®TRANSMUNE di hatchery dan 50% lainnya divaksin dengan Cevac®TRANSMUNE di hatchery dan Cevac® IBD L pada umur 14 hari di farm.

 

Pada usia panen, ayam diambil darahnya untuk diperiksa titer IBD dan diamati deplesi dan index performanya. Hasilnya adalah sebagai berikut :

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa vaksinasi IBD di hatchery dengan Cevac®TRANSMUNE sudah cukup memberikan perlindungan tanpa perlu dilakukan revaksinasi IBD di farm. lTROBOS/Adv

 

*drh. Ayatullah M. Natsir & drh. Ignatia Tiksa N

 


   Artikel Lain    

    PROMOZEN sebagai Alternatif Pengganti AGP dan Anti Viral

    Medion Ajak Pelanggan Melancong ke Bali

    Wonokoyo Berhasil Meraih Prestasi Gemilang

    Solusi Peternakan Sapi Perah yang Terintegrasi

    Menyapa Pelanggan dengan Berbagi Ilmu


  • Berkelasnya Kuliner Itik
  • Bisnis Itik Makin Dilirik
  • Kemitraan Budidaya Nila Berkelanjutan
  • Raup Peluang Pasar Nila
  • Training Jurnalistik Media Petemakan
  • Lowongan Kerja: BIOMIN
  •   Menyiasati Margin Budidaya Lele
  •   Mengurai Berbelitnya Perizinan Usaha Tambak

        


    ETALASE    



Home     Our Profile     Trobos Moment     Contact Us     Data Agri     Foto     AgriStream TV     TComm     Berlangganan
Copyright 2014-2017 TROBOS, All Rights Reserved