Advertorial Livestock   
  Livestock Update +       Moment Update +       Aqua Update +  




Selasa, 1 Nopember 2016
Solusi Vaksindo untuk Kontrol Infeksi E. coli

 Solusi Vaksindo untuk Kontrol Infeksi E. coli

Foto: 


Komoditas Lain
Unggas
Sapi Perah
Sapi Potong
Domba/ Kambing
Aneka Ternak
Hobi Livestock

Biosekuriti, manajemen yang baik, dan didukung program vaksinasi dengan produk vaksin yang tepat sangat penting dalam meminimalisir kontaminasi E. coli

 

Sekitar 100 peserta yang merupakan peternak breeder (bibit), layer (ayam petelur), dan broiler (ayam pedaging) memadati salah satu ballroom di Hotel Grand Zuri, Tangerang (19/10) untuk mengikuti seminar yang digelar PT Vaksindo Satwa Nu­santara bekerjasama dengan PT Agrinusa Jaya Santosa. Seminar bertemakan “Kontrol E. coli yang Efektif” tersebut menghadirkan pembicara Dr. drh. Michael Haryadi Wibowo, MP yang merupakan dosen Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada dan Presiden Direktur Vaksindo, Dr. Teguh Y Prajitno.

 

Dalam sambutannya, Marketing & National Sales Manager Vaksindo, Danardana Agung Nu­graha menyampaikan harapan agar seminar ini bisa memberi informasi terkait perkembangan serta dampak dari infeksi Eschericia coli pada unggas baik breeder, layer, maupun broiler. “Jenis E. coli ini banyak sekali, kita musti tahu mana yang bisa mempengaruhi performa unggas kita agar tidak menyebabkan kerugian yang fatal di kemudian hari,” tegasnya.

 

E. coli, Dampak, dan Solusi

Di lapangan, seringkali infeksi E. coli dikira sebagai infeksi ikutan atau sekunder. Padahal, menurut Michael, E. coli bukan sekadar penyebab infeksi sekunder, tetapi benar-benar penyebab penyakit. “Pada jenis Avian Pathogenic E. Coli (APEC) mempunyai ciri khas mampu berkoloni atau berkembang di luar saluran pencernaan,” terangnya.

 

APEC merupakan E. coli patogenik yang dapat menyerang pada semua kelompok umur ayam yang terdiri dari strain O1K1, O2K1, dan O78K80. Dampak ekonomi yang ditimbulkan juga tidak main-main, mulai dari gangguan pertumbuhan, penurunan produksi daging dan telur, peningkatan angka apkir hingga mencapai 42,5 % pada broiler yang terkena selulitis, penurunan daya tetas dan kualitas DOC (ayam umur sehari), hingga mendukung munculnya penyakit kompleks. “Konsultasi dengan Techni­cal Support di lapangan adalah langkah paling mudah dan paling awal untuk kesesuaian dan ketepatan obat untuk infeksi E. coli ini dan tentunya desinfeksi serta sanitasi yang ketat,” terangnya.

 

Sementara itu, Teguh dalam presenta­sinya “Colibacillosis in Breeders and Layers” menyampaikan, berdasarkan hasil survei dari 10 penyakit teratas yang kerap menyerang breeder dan layer, selalu terindikasi infeksi E. coli di dalamnya. Jalur infeksi bakteri E. coli dalam usus akan keluar lewat feses lalu jadi debu dengan kandungan 105-6 cfu/g. Kemudian debu akan terhirup oleh ayam dan kembali ke tubuh ayam dengan kandungan bakteri 105-6 cfu/m3. “Ini adalah jalur infeksi E. coli lewat saluran pencernaan selain bisa juga lewat saluran pernapasan,” terangnya. Beberapa hal disarankan oleh Teguh dalam mengontrol E. Coli, diantaranya penggunaan klorin dalam proses sanitasi dan desinfeksi, manajemen litter, ventilasi, penggunaan antibiotik yang tepat dan vaksinasi, serta yang utama di 4 minggu pertama harus bisa mencapai bobot badan dan feed intake (asupan pakan) standar.

 

Dalam kesempatan ini, Vaksindo mem­perkenalkan penelitian terbaru yaitu Vaksin E. Coli Inaktif yang merupakan vaksin inaktif untuk mencegah serangan E. coli dan mengandung E. coli serotipe 01K1 109 CFU, 02K2 109 CFU, dan 078K80 109 CFU, serta diformulasi dengan adjuvant AL (OH)3. Adapun program vaksinasi dengan produk ini adalah vaksinasi 1 di umur 5 – 6 minggu dengan dosis 0,5 ml. Vaksinasi 2 di umur 14 – 16 minggu dengan dosis 0,5 – 1 ml. Dan vaksinasi 3 di umur 40 minggu dengan dosis 0,5 ml atau program vaksinasi tergantung tantangan di lapangan. lTROBOS/Adv

 


   Artikel Lain    

•    Stop Siklus Gumboro

•    Solusi Permentan 61/2016 dengan BAADER LINCO’s CP1200

•    Program Perlindungan yang Luas dengan Vaksin Live Infectious Bronchitis (IB) Volvac®

•    Agus Prastowo, Technical Manager, Indonesia: Manajemen Health Tracking System

•    Asia Pasar Penting bagi Hendrix Genetics


  • Daya Pikat Koperasi
  • Konsolidasi Peternak Lewat Koperasi
  • Mengurai Berbelitnya Perizinan Usaha Tambak
  • Genjot Produksi dengan Ekspansi
  •   Berbagi Pengalaman Kendalikan WFD
  • Training Jurnalistik Media Petemakan
  • THE ALLTECH IDEAS CONFERENCE 2017
  •   Padi Terapung Menambah Untung

        


    ETALASE    



Home     Our Profile     Trobos Moment     Contact Us     Data Agri     Foto     AgriStream TV     TComm     Berlangganan
Copyright © 2014-2017 TROBOS, All Rights Reserved