Moment Update   
  Livestock Update +       Moment Update +       Aqua Update +  




Selasa, 22 Nopember 2016
Bantuan Benih dan Pakan untuk Korban Banjir Garut

Bantuan Benih dan Pakan untuk Korban Banjir Garut

Foto: DJPB-KKP


Jakarta (TROBOS.COM). Sebanyak 16 ton pakan ikan dan 3 juta ekor benih diserahkan oleh Ditjen Perikanan Budidaya kepada 13 kelompok pembudidaya ikan terdampak banjir kabupaten Garut.

Benih yang diserahkan terdiri dari 1,3 juta benih ikan mas, 1,2 juta ekor benih lele dan 500 ribu benih nila. Kelompok penerima berasal dari kecamatan Banyuresmi, Karangpawitan, Bayongbong, Pasir wangi, Garut Kota, Tarogong Kaler dan Tarogong Kidul.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, dalam audensinya dengan Bupati Garut, Rudy Gunawan, di pendopo Bupati Garut, Jumat (18/11), menyampaikan bantuan ini merupakan kepedulian pemerintah kepada para pembudidaya untuk tetap semangat dalam melakukan usahanya.  

Slamet mengungkapkan potensi perikanan Kabupaten Garut yang cukup besar menjadikan Garut salah satu sentra perikanan budidaya. Potensi kolam air tenang di Garut sebesar 4.000 Ha yang sudah termanfaatkan sebesar 3.327,84 Ha atau sekitar 83 perse. Potensi tambak sebesar 1.000 ha baru termanfaatkan sebesar 27,58 Ha atau sekitar 2,75 persen.

Dari sisi produksi ikan, pada 2015 Garut menyumbang angka produksi ikan sejumlah 56,01 ribu ton dari total produksi perikanan Jawa Barat sebesar 1,7 juta ton.

Bantuan ini merupakan amanat UU No. 7/2016 tentang Perlindungan Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam salah satunya mengamanatkan perlindungan kepada pembudidaya ikan yang terkena dampak bencana alam dan dampak perubahan iklim.

Selain itu, pada 2017 mendatang DJPB akan mengembangkan komoditas Udang Galah di Garut melalui program Revitalisasi Tambak. "Diharapkan komoditas tersebut menjadi unggulan kabupaten ini", harap Slamet.

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, mengungkapkan apresiasi dan terimakasih kepada KKP khususnya DJPB yang telah memberikan perhatian terhadap masyarakat pembudidaya ikan korban bencana pada saat penyerahan bantuan di Kampung Cikarokrok, Desa Sukasenang, Kec. Banyuresmi, Kab. Garut bersama Direktur Jenderal Perikanan Budidaya. Dan diharapkan bantuan ini menjadi pemicu bangkitnya penggerak perekonomian di Garut, ucapnya.

Mengakhiri kunjungannya,  Slamet berharap usaha yang dijalankan oleh pembudidaya ikan ini lebih memperhatikan lingkungan, baik lingkungan budidaya itu sendiri maupun lingkungan sekitar lokasi budidaya.

“Dengan demikian, lingkungan akan memberikan dampak yang positif dan menguntungkan, sehingga keberlanjutan lingkungan akan mendukung keberlanjutan usaha,” pungkas Slamet. ist / meilaka


   Artikel Lain    

    Antisipasi Gejolak Akhir Tahun, KPPU Awasi Pasokan Daging Sapi

    Target IB Upsus Siwab Tercapai 92,27%

    Budaya Merti Kali, Inisiatif Partisipatif Pelestarian Sumberdaya Ikan dan Perairan

    UNDIP Berikan Doktor Honoris Causa untuk Presdir Medion

    Mengkaji Kandang Ayam Modern


  • Kebijakan yang Komprehensif Dinanti
  • Menatap Bisnis Broiler 2018
  • Permainan Dagang Tekan Harga Nener
  • Angkat Pamor Bandeng Skala Industri
  •   Jambore Peternakan Nasional 2017
  •   Dr. drh. Surya Agus Prihatno, MP: Koreksi untuk Upsus Siwab
  •   Plus Minus Autofeeder Udang
  •   Klasterisasi Domba dan Kambing

        


    ETALASE    



Home     Our Profile     Trobos Moment     Contact Us     Data Agri     Foto     AgriStream TV     TComm     Berlangganan
Copyright 2014-2017 TROBOS, All Rights Reserved