Trobos Utama   
  Livestock Update +       Moment Update +       Aqua Update +  




Kamis, 1 Desember 2016
Momentum Perbaikan Data Secara Terintegrasi

Momentum Perbaikan Data Secara Terintegrasi

Foto: trobos


Komoditas Lain
Unggas
Sapi Perah
Sapi Potong
Domba/ Kambing
Aneka Ternak
Hobi Livestock

Pentingnya kesadaran kolektif dari stakeholder peternakan untuk melaporkan sendiri datanya sehingga pemerintah punya data yang akurat dan terkini sebagai pegangan dalam membuat kebijakan

 

                Munculnya kesadaran untuk memperbaiki data terkait sektor peternakan nasional disambut baik para stakeholder. Apalagi sektor ini dinilai masih sangat prospektif dan penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

 

Rachmat Pambudy, pengajar dari Departemen Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogorberpendapat, pemerintah Jokowi – JK memiliki kesempatan emas untuk menangani dan memperbaiki datapertanian yang hukumnya wajib. “Perbaikan data pertanianharus dilakukan secara terstruktur dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan,hingga desa. Juga harus dilakukan secara sistematis, masif atau serentak, dan terukur,” urainya.

 

Pemerhati sektor peternakan ini melanjutkan, setiap komoditas mempunyai karakteristik yang berbedadalam teknik pendataannya. “Tetapi yang paling penting,data itu harus sampai dan bisa dimanfaatkan oleh pengambil keputusanyaitu Presiden, Wakil Presiden, Menko Perekonomian, dan juga data ini berhubungan dengan intelejen karena kalau data ini salah semua bisa salah,” ujarnya.

 

Ia mencontohkan untuk menata stuktur perunggasantidak boleh lagi ada kandang tanpa izin terutama kandang yang ada hubungannya denganpembibitan.“Jadi semua kandang pembibitan wajib lapor data GPS(Grand Parent Stock), PS(Parent Stock),dan FS(Final Stock). Data itu bukan rahasia, yang rahasia adalah formula. Data itu miliknya negara, miliknya pemerintah. Kalau mau berusaha harus lapor kalau tidak mau lapor tutup. Harus tegas,supaya tidak ada yang tidak terdata dan tidak ada supplydemandyang tidak tercatat,” Rachmat menguraikan. Bahkan menurut undang-undang statistik, kata dia, menyembunyikan data adalah pelanggaran hukum.

 

Selanjutnya, setelah di on farm ada lagi pendataan di Rumah Potong ayam (RPA). Semua RPA juga didata, wajib lapor termasuk yang skala tradisional. Setelah keluar dari RPA baru masuk di pasar tradisional, pasar segar, dan pasar dingin. Ayam yang tidak laku di pasar masuk ke cold storage, ini juga harus didata lagi.

 

Sedangkan untuk membenahi datakomoditas sapi jauhlebih mudah.Kuncinya hanya 2, data awal populasi dan data di rumah potongsebab orang tidak bisa memotong sapi sembarangan seperti  ayam. “Sapi tinggal di kasih eartag elektronik, setiap sapi harus punya sertifikat kelahiran dan kartu induk. Jadi sapi yang dibawa ke pasar tidak boleh diperjualbelikan kalau tidak punya kartu induk sapi, tidak boleh ke rumah potong kalau tidak bisa menunjukan data sapinya,” tuturnya.

 

Rachmatmenegaskan kembali, saat ini menjadi kesempatan untuk melakukan verifikasi data dan setiap pelaku usaha wajib melaporkan datanya. Jika di unggas, pelaku usaha pembibitan wajib melaporkan data impor, data mesin tetas, data kandangtermasuk melaporkan peredaranhasil produksinyasehingga pemerintah punya data yang akurat. “Kenapa pelaku usaha wajib lapor karena unggas ini sangat sensitif terhadap harga dan penyakit. Juga sensitif terhadap yang lain karena pengaruhnya besar pada perekonomian nasional kita,” katanya.

 

Ketua Bidang Riset Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi (Pataka),Doni Yusriberkomentar,bukan hanya data dasar sapi potong dan unggas yang harus dilakukan perombakan tetapi juga harus menyediakan data rantai pasoknya, mulai dari data ketersediaan bibit, pakan, livebird (ayam hidup), data distribusi termasuk pengepul/pengumpul, sertapenjual di tingkat pasar.“Belajar dari pengalaman, antar pelaku diberbagai jenjang rantai pasokan itu berbeda-beda kalau menyebut data. Juga jika dibandingkan dengan data pemerintah. Inkonsistensi data terus terjadisehingga data supplydemandini harus segera disusun untuk mendapatkan kejelasan,” tuntutnya.

 

 

Verifikasi dan Pemutakhiran Data

Terkait pemutihan datayang berkaitan dengan sektor peternakan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita menyatakan tidak diperlukan. “Yang diperlukan adalah verifikasi dan pemutakhirandata berdasarkan kondisi aktual di lapangan. Pemerintah sangat berkepentingan akan ketersediaan data peternakan yang valid dan terkini,” katanya.

 

Ketut menyadari data yang valid dan terkiniurgen untuk memudahkan pemerintah dalam merumuskan, melaksanakan,dan mengevaluasi kebijakan sertaprogram pembangunan peternakan dan kesehatan hewan. “Pemerintah telah dan akan terus berupaya untuk melakukan perbaikan dalam aspek pengumpulan, penghitungan,dan penyajian data peternakan dan kesehatan hewan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” tekadnya.

 

Perbedaan data bisa saja terjadi karena adanya perbedaan atas konsep dan definisi pengukuran, metode,dan ruang lingkup pengukuran, dan lain-lain. Pemerintah pun, sangat terbuka terhadap masukan-masukan dari berbagai pihak baik pelaku usaha, perguruan tinggi, maupun masyarakat luas dalam rangka perbaikan data peternakan.“Untuk mengatasi perbedaan itu,pemerintah siap melakukan perbaikan atas metode pendataan peternakan. Pemerintah menjadi inisiator dalam evaluasi pembangunan peternakan di Indonesia. Namun inisiasi pemerintah iniharus didukung oleh seluruh pemangku kepentingan peternakan,”pintanya.

 

Selengkapnya baca di majalah TROBOS Livestock Edisi 207/Desember 2016


   Artikel Lain    

    Kelangkaan Jagung Terulang

    Pasokan Jagung Kuartal ke-2 Dikhawatirkan

    Importasi Berbasis Zona Pasca Putusan MK

    Importasi dari Zona Based Dilanjutkan

    Ancaman Resistensi Antimikroba


  • Pasokan Jagung Kuartal ke-2 Dikhawatirkan
  • Kelangkaan Jagung Terulang
  • Benih Lele Masih Kurang Pasokan
  • Menyiasati Margin Budidaya Lele
  •   Tambak Udang Skala Mini di Madura
  •   Siasat Bertahan Peternak Layer
  •   Berbagi Pengalaman Kendalikan WFD
  •   CJ Feed Resmikan Pabrik Pakan Berteknologi Modern

        


    ETALASE    



Home     Our Profile     Trobos Moment     Contact Us     Data Agri     Foto     AgriStream TV     TComm     Berlangganan
Copyright 2014-2017 TROBOS, All Rights Reserved