Aqua Update   
  Livestock Update +       Moment Update +       Aqua Update +  




Sabtu, 3 Desember 2016
Pelabuhan Perikanan Baru di Makassar Berkapasitas 300 Kapal

Pelabuhan Perikanan Baru di Makassar Berkapasitas 300 Kapal

Foto: HumasSetkabRI


Komoditas Lain
Udang
Air Tawar
Air Laut
Air Payau
Ragam Akua
Hobi Akua

Makassar (TROBOS.COM). Makassar memiliki pelabuhan perikanan baru berkapasitas 300 kapal berbagai ukuran, dari kapal kecil kurang dari 5 GT sampai lebih dari 30 GT.

Pelabuhan Perikanan Untia di Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan ini akan mendukung aktifitas nelayan yang berada di zona Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 713 yang memiliki potensi sumber daya ikan sebesar 929.700 ton/tahun. WPP 713 yakni meliputi perairan Selat Makassar, Teluk Bone, Laut Flores dan Laut Bali, dengan target produksi perikanan sebesar 1.680 ton per tahun.

Pembangunan pelabuhan seluas 5,4 Ha ini digenjot intensif dalam dua tahun terakhir. Didanai oleh pemerintah pusat dan daerah dengan total anggaran mencapai Rp 200 milyar. Hingga diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo pada Sabtu (26/11).

Untuk optimalisasi fungsi pelabuhan, KKP mengundang beberapa investor dalam dan luar negeri untuk berinvestasi di Pelabuhan Perikanan Untia. Salah satu yang telah berkomitmen adalah investor dari Rusia (Blackspace Resources) yang akan membangun unit pengolahan ikan dan cold storage dengan kapasitas 300 ton bekerjasama dengan BUMN Perikanan (Perum Perindo).

Pelabuhan Perikanan Untia diharapkan secara cepat bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis perikanan yang nantinya berkontribusi terhadap peningkatan produksi, PDB perikanan, ekspor, jumlah tenaga kerja dan tingkat konsumsi ikan.

Selain meresmikan, Presiden juga meninjau progres Pembangunan Unit Pengolahan Ikan hasil kerjasama Perum Perindo dengan PT Blackspace Resources – Rusia, Pelayanan Perijinan Usaha Perikanan Tangkap dan sarana rantai dingin berupa ice flake machine kapasitas 1,5 ton.

Selanjutnya, Presiden juga menyerahkan secara simbolis asuransi nelayan dari target 10.000 kartu di Provinsi Sulawesi Selatan, pembayaran klaim asuransi kepada ahli waris sebanyak enam orang masing-masing senilai Rp 160 juta, bantuan kapal penangkap ikan (3 GT) sebanyak 5 unit, dan bantuan alat tangkap.

“Jadi, pemerintah telah memberikan kurang lebih 1 juta asuransi kepada nelayan dari Sabang sampai Merauke. Ini jumlah yang tidak sedikit. Preminya setiap orang Rp 175 ribu per tahun,” ungkap Jokowi.

Sebelum penyerahan polis secara simbolis oleh Presiden, Menteri Susi Pudjiastuti menerangkan nilai pertanggungan jika nelayan mengalami kecelakaan dan meninggal dunia di laut adalah sebesar Rp 200 juta. Sedangkan jika meninggal di darat  nilai pertanggungan sebesar Rp160 juta, dan santunan cacat permanen sebesar Rp 80 juta. ist / nuruddin


   Artikel Lain    

•    Waspadai Tilapia Lake Virus (TiLV), RI Cekal Ikan dari 5 Negara

•    Sebelum Dipesan, Nelayan Bisa “Test Drive” Kapal Bantuan

•    Indonesia Tertarik Adopsi Teknologi Radar Laut dari Jepang

•    Kapal Tuna Jepang Pekerjakan 3.000 ABK Indonesia

•    Ke Jepang, Susi Undang Investasi


  • Pasokan Jagung Kuartal ke-2 Dikhawatirkan
  • Kelangkaan Jagung Terulang
  • Benih Lele Masih Kurang Pasokan
  • Menyiasati Margin Budidaya Lele
  •   Tambak Udang Skala Mini di Madura
  •   Siasat Bertahan Peternak Layer
  •   Berbagi Pengalaman Kendalikan WFD
  • THE ALLTECH IDEAS CONFERENCE 2017

        


    ETALASE    



• Home     • Our Profile     • Trobos Moment     • Contact Us     • Data Agri     • Foto     • AgriStream TV     • TComm     • Berlangganan
Copyright © 2014-2017 TROBOS, All Rights Reserved