Andalan Air Tawar   
  Livestock Update +       Moment Update +       Aqua Update +  




Kamis, 15 Desember 2016
Menangkal Si Penyebab Borok Ikan

Menangkal Si Penyebab Borok Ikan

Foto: trobos


Komoditas Lain
Udang
Air Tawar
Air Laut
Air Payau
Ragam Akua
Hobi Akua

Bakteri Aeromonas hidrophyla termasuk patogen yang menyerang ikan, namun dapat ditangkal dengan vaksinasi

 

Sekitar 4 bulan lalu, terdapat laporan di daerah Medan, Lampung, dan Jambi serangan outbreak (wabah) Motil Aeromonas Septicemia (MAS) yang disebabkan oleh bakteri Aeromonas hidrophyla. Azzam Bachur, Ketua Komisi Catfish Indonesia (KCI) menyatakan, update kasus akibat Aeromonas terjadi pada patin. “Kasus pada lele sudah jarang sekali terlaporkan, itu pun tidak terjadi di pulau Jawa, wabah Aeromonas baru-baru ini terjadi di Sumatera,” ungkapnya.

 

Menurutnya, kejadian outbreak pertama kali menyerang Indonesia sekitar tahun 1981, kejadiannya secara nasional. “Meski paling sering menyerang komoditas lele, tapi untuk saat ini tidak ada laporan outbreak kembali, meskipun bukan berarti serangan tidak ada. Masih termasuk penyakit mematikan pada lele karena menyebabkan borokan (luka pada kulit),” jelas Azzam.

 

Lanjutnya, penyebaran Aeromonas umumnya sangat cepat serta menyebabkan kematian yang sangat tinggi pada ikan-ikan yang diserangnya. “Gejala klinis yang timbul pada ikan yang terserang infeksi bakteri Aeromonas hidrophyla adalah gerakan ikan menjadi lamban, cenderung diam di dasar akuarium, luka/borok pada daerah yang terinfeksi, perdarahan pada bagian pangkal sirip ekor dan sirip punggung, dan pada perut bagian bawah terlihat buncit dan terjadi pembengkakan,” terang dia.

 

 

Masih Mengkhawatirkan

Kondisi lingkungan yang kurang baik kerap kali menjadi pemicu timbulnya penyakit. Sales Manager Aquatic PT Sanbe Farma, Panjaitan menginformasikan, Aeromonas merupakan penyakit yang kerap kali muncul di kolam. “Infeksi Aeromonas, informasinya kasusnya sekarang lebih banyak di Palembang dan Jambi, banyak terjadi di patin, sebaliknya kasus pada lele sudah berkurang. Aeromonas pada patin sifatnya kompleks komplikasi dengan berbagai penyakit lainnya,” terangnya.

 

Faktor ini salah satunya dikarenakan, pembudidaya patin mulai banyak menggunakan pakan mandiri pengganti pakan pabrikan yang bahan bakunya belum tentu steril. Meskipun sebagian besar masih menggunakan pakan jadi. “Penyakit pada patin bukan murni akibat Aeromonas tapi karena penyakit lain seperti penyakit kuning, penyakit kuning itu memicu munculnya bakteri Aeromonas,” kata Panjaitan.

 

Sebetulnya Aeromonas sudah banyak di lapangan namun bila kondisi ikannya sehat tidak terlalu bermasalah. “Banyak faktor yang menyebabkan ikan terkena penyakit, diantaranya karena pemberian pakan yang berlebihan dan kondisi air yang sudah tidak bagus,” ucapnya.

 

Faktor pemberian pakan yang berlebihan sebabkan akumulasi sisa pakan yang menumpuk di dasar kolam bercampur dengan amoniak menyebabkan kualitas air menjadi tidak baik. Kadar amoniak yang tinggi, dan sisa pakan yang tidak terurai menimbulkan racun di kolam berdampak pada timbulnya serangan penyakit. “Kadar H­­2S yang tinggi, serta amoniak tinggi yang tidak bisa diuraikan menjadi nitrit nitrat mengakibatkan ikan terserang Aeromonas,” tutur Panjaitan.

 

Ia menjelaskan, bakteri Aeromonas hydrophila timbul berkaitan dengan kondisi stres akibat kepadatan ikan tinggi, pakan yang buruk (malnutrisi), penanganan ikan yang kasar, kualitas air buruk, dan fluktuasi suhu air yang ekstrem. “Perlu penganan yang cepat, tapi menurut saya jauh lebih baik dilakukan pencegahannya ketimbang harus mengobati jika sudah terkena,” tukasnya.

 

 

Penerapan Vaksinasi

Menurut Panjaitan, pengobatan Aeromonas kuncinya pada manajemen kualitas air. ”Pengobatannya dengan memperbaiki sirkulasi air, bisa juga dengan pemberian antibiotik. Untuk lokasi budidaya yang memiliki persediaan air melimpah bisa mengganti air, dengan melakukan sifon  pada dasar kolam untuk membuang amoniak dan sisa-sisa pakan,” tutur Panjaitan.

 

Menurutnya jika sudah sangat parah, sebaiknya melakukan panen dini. Saat ini pun, pembudidaya menerapkan pengobatan herbal untuk pengobatan Aeromonas. ”Biasanya ada yang menambahkan serbuk bawang putih dicampurkan di pakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh ikan,” papar Panjaitan.

 

Selain pengobatan, Panjaitan sangat menyarankan agar pembudidaya memberikan vaksinasi sebelum ikan ditebar di kolam pembesaran. “Agar Aeromonas hydrophila  tidak menjalar sebaiknya sebelum dimasukkan ke kolam, dilakukan perendaman dengan vaksin Aeromonas sekitar 15 – 30 menit dengan pemberian aerasi,” katanya.

 

 

Selengkapnya baca di majalah TROBOS Aqua Edisi-55/15 Desember 2016– 14 Januari 2017

 

 


   Artikel Lain    

    Berkembang Meski Awalnya Ditentang

    Inti Plasma Nila Merah Subang

    Melongok Budidaya Cacing Sutera di Temanggung

    Geliat Budidaya Sidat di Bali

    Prospek Nila Merah Masih Cerah


  • Keramba Jaring Apung
  • Dermaga Apung
  • Jukung
  • Wisata Bahari
  •   IKLAN ONLINE
  •   Tambak Udang Skala Mini di Madura
  •   Siasat Bertahan Peternak Layer
  • THE ALLTECH IDEAS CONFERENCE 2017

        


    ETALASE    



Home     Our Profile     Trobos Moment     Contact Us     Data Agri     Foto     AgriStream TV     TComm     Berlangganan
Copyright 2014-2016 TROBOS, All Rights Reserved