Siapa Dia   
  Livestock Update +       Moment Update +       Aqua Update +  




Kamis, 15 Desember 2016
Herlambang: Berbuat Baik Datangkan Rezeki

Herlambang: Berbuat Baik Datangkan Rezeki

Foto: reza


Komoditas Lain
Udang
Air Tawar
Air Laut
Air Payau
Ragam Akua
Hobi Akua

Hampir keluarga besarnya pemain ikan, tidak terpikir sejak sekolah mau jadi pengusaha ikan

 

Penampilan sederhananya akan membuat siapa saja yang baru pertama bertemu, tidak akan menyangka bahwa ia seorang pengusaha eksportir ikan. Kesuksesan yang diraihnya selama ini tidak lantas menghilangkan sikap sederhananya. Ia adalah Daeng Herlambang, pria bugis yang sudah lebih dari 20 tahun berkecimpung di dunia perikanan. Meski selagi muda, ia tidak terpikir untuk menjadi pengusaha ikan.

 

Pria kelahiran 1965 ini sejatinya tidak memiliki latar belakang pendidikan formal yang berkaitan dengan perikanan. Ia adalah sarjana hukum dari kampus ternama di Indonesia timur, Universitas Hasanuddin. Latar belakang keluarga asli bugis lah yang menjadikannya seorang pengusaha. Sejak duduk di bangku sekolah menengah atas hingga kuliah, ia sudah mulai berbisnis kecil-kecilan. Darah pedagang rupanya mengalir dari orang tuanya.

 

Saat TROBOS Aqua menemuinya di kediamannya, ia bercerita kenapa dirinya terjun ke dunia ikan. “Hampir keluarga besar saya pemain ikan di sini, tidak terpikir sejak sekolah mau kerja ikan,” terangnya.

 

Awal mula ia turun ke dunia ikan tidak lama setelah ia menikahi gadis bernama Salawatiah Nawir pada 1992. Dua tahun setelah pernikahan itu, ia dipercaya oleh ayahanda sang istri untuk megelola tambak udang vannamei dan bandeng seluas 10 hektar.

 

Tidak hanya tambak yang ia kelola, satu tahun berikutnya ia menjadi pemasok udang ke perusahaan pengolahan di Makassar. Ia memasok udang pink dan udang flower hasil tangkapan dari kapal milik mertuanya.

 

Saat itu kapal bisnis yang ia nahkodai sepertinya sedang ditiup angin keberuntungan, dirinya kemudian berekspansi pada pengiriman ikan segar ke Jakarta dan Surabaya, bahkan tidak tanggung ia mengekspor ikan hingga ke Taiwan. “Tahun 1997 kita ekspor ikan segar ke Taiwan. Kita ekspor ikan kerapu sunu, kerapu moso, tenggiri, dan lain-lain,” kenang Ayah dari 3 anak ini. Pengiriman ikan segar ini berjalan hingga 2005 sebelum akhirnya berubah menjadi pengiriman ikan beku yang berjalan hingga saat ini.

 

 

Bergaul dengan Siapa Saja

Salah satu rahasia keberhasilan yang ia raih adalah tidak membatasi pergaulan. Dalam hal ini Herlambang selalu mengingat pesan orang tuanya. “Walaupun kamu berasal dari langit, jika sifatmu jelek maka tidak akan ada yang menemanimu. Berbuat baik lah kepada semua orang, karena disitu ada rezeki kamu,” tuturnya menceritakan ulang pesan orang tuanya.

 

Keramahannya terasa saat tim TROBOS Aqua diterima dengan baik di kediamannya. Keluwesan dalam bergaul membuatnya mudah diterima oleh banyak orang. Tidak hanya dengan masyarakat dari etnis lokal, ia juga berteman baik dengan kalangan Tionghoa yang juga sudah berada lama di kota Makassar. Diakuinya, pertemanan lintas etnis tersebut menjadi sebab dirinya mampu mengirim ikan beku hingga ke negara Cina.

 

Berani membuka diri terhadap perbedaan menjadikan ia mudah beradaptasi dengan cepat. Hal ini yang menjadikannya meski seorang sarjana hukum,  tetapi bisa sukses di dunia perikanan. Tentu gelar sarjana hukum yang disandang juga memberikan banyak manfaat. Ia membuat sendiri perjanjian-perjanjian bisnis yang akan ditandatanganinya. “Saya kerja juga lebih banyak hukumnya, mulai dari penerbitan LC (Letter of Credit) dan perjanjian kontrak, saya lebih tau disitu. Jadi tidak buta. Tidak bisa dibodoh-bodohi,” katanya.

 

Memiliki rekam jejak yang baik di dunia perikanan membuatnya dilirik oleh dua instansi resmi pemerintahan. Pada 2008, Ia bekerja sama dengan Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) IV Kabupaten Pangkeb di bawah DinasPembinaanPotensi Maritim(Dispotmar) untuk mengembangkan budidaya rumput laut.

 

“Saya punya bentangan budidaya rumput laut sampai 5.000 tali dengan panjang masing-masing 100 meter,” jelasnya. Budidaya rumput laut ini kemudian ia percayakan kepada saudara mertuanya yang lebih dekat dengan lokasi budidaya.

 

Selain itu, Pengusaha yang juga ketua Kelompok Usaha Bersama Bahari Mandiri ini mendapatkan kepercayaan khusus dari Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian, dan Peternakan Kota Makassar untuk mengelola Keramba Jaring Apung (KJA) dan rumah makan terapung di Pantai Losari yang sudah mangkrak selama setahun.

 

 

Selengkapnya baca di majalah TROBOS Aqua Edisi-55/15 Desember 2016– 14 Januari 2017

 


   Artikel Lain    

•    Jaja Mujahidin: “Tukang” Es Buah Jadi Pengusaha

•    Ge Recta Geson : Budidaya Udang Itu Bisnis Ilmiah

•    Edi Iskandar: Budidaya Jadi Tumpuan Mata Pencaharian

•    Mengewarman: Panutan Petambak Udang Lombok Tengah

•    Sulhan: Pelopor Kemitraan Nila di Lombok


  • Jaminan Keamanan Pangan
  • Memacu Bisnis RPA
  • Hitung-Hitungan Benur Besar
  • Plus Minus Nursery Benur
  •   Jambore Peternakan Nasional 2017
  •   Bisnis Itik Makin Dilirik
  •   Mengenal Udang Putih Asli Indonesia
  •   Cara Benar Membenihkan Lele

        


    ETALASE    



• Home     • Our Profile     • Trobos Moment     • Contact Us     • Data Agri     • Foto     • AgriStream TV     • TComm     • Berlangganan
Copyright © 2014-2017 TROBOS, All Rights Reserved