Advertorial Aqua   
  Livestock Update +       Moment Update +       Aqua Update +  




Kamis, 15 Desember 2016
Menyiasati Tantangan Bahan Baku Pakan

   Menyiasati Tantangan Bahan Baku Pakan

Foto: 


Komoditas Lain
Udang
Air Tawar
Air Laut
Air Payau
Ragam Akua
Hobi Akua

Dalam ajang The 22nd DSM Aquaculture Conference Asia Pacific mencuat sejumlah inovasi dan pemikir sebagai solusi permasalahan keterbatasan sumber bahan baku pakan

 

Meski tingkat konsumsi ikan di Indonesia masih relatif rendah, tetapi trennya terus megalami peningkatan. Pada tahun ini konsumsi ikan ditargetkan mencapai 48,1 kg per kapita per tahun. Jika 250 juta jiwa penduduk Indonesia mengkonsumsi 10 kg saja, maka dibutuhkan 2,5 juta ton ikan per tahun dengan kebutuhan pakan mencapai 3 juta ton.

 

Tantangan yang kemudian dihadapi adalah dari mana mendapatkan bahan baku untuk pakan yang tidak sedikit tersebut. Hal ini disampaikan oleh Direktur Pakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Coco Cocarkin dalam sambutannya pada acara DSM Aquaculture Conference ke-22 di Surabaya (14/11).

 

Pertumbuhan positif perikanan bu­didaya di Indonesia menjadi peluang emas bagi industri pakan ikan. Namun seperti yang Coco ungkapkan, permasalahannya ada pada ketersediaan bahan baku yang sangat terbatas. Maka dalam acara tahunannya kali ini, DSM mengusung isu tentang bagaimana menyiasati keterbatasan sumber daya bahan baku pakan ikan untuk mencapai budidaya perikanan yang berkelanjutan. Tentunya dengan tetap menjaga kualitas dan keamanan dari bahan baku tersebut.

 

Brett Glencors, Direktur Riset Nutrisi dari Institute of Aquaculture, University of Stirling Skotlandia yang menjadi salah satu pembicara mengungkapkan, tantangan in­dustri pakan saat ini adalah ketidakstabilan pasokan, kualitas, dan harga bahan baku aki­bat semakin terbukanya persaingan di pasar global. Sehingga perlu ada pengembangan bahan baku alternatif untuk mengatasinya.

 

Bahkan menurut Thomas Wilson, pakar nutrisi ikan dari Thailand yang juga menjadi pembicara menekankan bahwa pengurangan bahan baku tepung ikan dalam pakan merupakan suatu keniscayaan. Ketersediaan yang semakin terbatas dan harganya yang semakin meningkat memaksa para nutrisionis untuk mencari penggantinya.

 

 

Bahan Baku Berkualitas

Namun Thomas mengingatkan untuk tetap memperhatikan kualitas bahan baku alternatif yang akan digunakan. Karena menurutnya, pergantian bahan baku ini memungkinkan terjadinya risiko penurunan kandungan nutrisi esensial seperti asam amino, ketidakstabilan nutrisi, dan adanya zat anti nutrisi seperti saponin. “Risiko ini dapat menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan, hormon, proses metabolisme, proses fisiologis, dan tentu berpengaruh negatif pada kesehatan ikan,” katanya.

 

Menurut Brett, yang terpenting dalam penggunaan bahan baku alternatif adalah tingkat kecernaan serta nutrisi dan energi yang terkandung di dalamnya. “Ikan tidak memerlukan bahan baku, ikan membutuh­kan nutrisi dan energi,” katanya.

 

Nutrisi yang dibutuhkan ikan tidak terkandung hanya dalam satu jenis bahan baku. Brett memisalkan, protein yang dibutuhkan ikan tidak tersedia pada sumber hewani seperti tepung ikan saja, tetapi juga bisa dihasilkan dari bahan baku berbasis nabati. “Lebih bagus lagi jika disesuaikan dengan bahan baku lokal yang tersedia, sehingga persaingan mendapatkan bahan baku jadi berkurang,” tuturnya.

 

Jika pun tidak menemukan bahan baku yang memiliki kualitas setara, Thomas me­nyarankan agar menambahkan enzim pada pakan. Penggunaan enzim seperti phytase, xylanase, dan protease pada pakan dapat meningkatkan kecernaan dan ketersediaan nutrisi esensial, serta mengurangi limbah nitrogen dan fosfor yang terbuang ke lingkungan.

 

 

Nutrisi untuk Kesehatan

Yu-Hung Lin, Associate Professor dari National Pingtung University of Science and Technology Taiwan pada kesempatan ini membahas pentingnya peranan nutrisi dalam manajemen kesehatan ikan. Menurut­nya selama ini para nutrisionis lebih fokus mengembangkan nutrisi untuk pertumbuhan ikan, sedangkan untuk pencegahan penyakit belum banyak dikembangkan. Akibatnya banyak pembudidaya yang menggunakan antibiotik secara berlebih sebagai jalan pintas untuk mengobati ikan saat terkena penyakit.

 

Vitamin merupakan nutrisi esensial yang dapat membantu pertumbuhan dan menjaga kesehatan ikan. Viviane Verhac Trichet, DSM Principal Scientist dari Per­ancis dalam pemaparannya menyampaikan bahwa meski dibutuhkan dalam jumlah sangat sedikit oleh tubuh, peran vitamin sangat penting. Kekurangan vitamin akan menyebabkan gangguan pada tubuh ikan. Kekurangan vitamin C misalnya dapat menyebabkan cacat pada tulang belakang dan operkulum.

 

Viviane menjelaskan lebih lanjut bahwa vitamin perlu ditambahkan secara khusus pada pakan ikan. Hal ini karena vitamin yang terkandung dalam bahan baku cenderung tidak stabil, sehingga dapat mengubah kandungannya selama proses pembutan pakan. Pergantian jenis bahan baku juga memungkinkan terjadinya pengurangan kandungan vitamin, sehingga perlu penye­suaian dengan penambahan vitamin.

 

 

Produk DSM

Direktur PT DSM Nutritional Products Manufacturing Indonesia Jason Park, meng­garisbawahi pentingnya penggunaan nutrisi yang tepat sesuai dengan kebutuhan ikan. Ia menjelaskan bahwa DSM telah mengem­bangkan konsep OVN™ (Optimum Vitamin Nutrition) guna memberikan nutrisi yang tepat bagi hewan, termasuk ikan. OVN™ merupakan konsep pemberian vitamin dengan kualitas yang sangat bagus dalam dosis yang tepat sesuai dengan fase hidup dan pertumbuhan setiap ternak.

 

Selama lebih dari 100 tahun DSM terus berinovasi menghadirkan solusi dalam bidang nutrisi dan kesehatan ternak. Dalam menjawab tantangan dunia budidaya perikanan agar berkelanjutan, DSM meng­kreasikan produk-produk premix sebagai bahan tambahan pada pakan.

 

Produk feed additive (imbuhan pakan) ini mampu menjawab risiko malnutrisi pada ikan akibat kelangkaan bahan baku pakan. DSM menciptakan produk-produk vitamin, enzim, karotenoid, dan eubiotik yang dapat menjadi kemudahan bagi industri pakan dalam menjaga kualitas nutrisi pakannya.TROBOS Aqua / Adv

 


   Artikel Lain    

    Kapal Katamaran untuk Penangkapan Ikan

    Inovasi Kincir Tanpa Gearbox

    Mabar Kembali Kenalkan Pakan Udang MB-SQ

    Kincir Dalam Negeri Kualitas Tinggi

    Aquatec Ajak Pembudidaya Buat KJA Bundar


  • Keramba Jaring Apung
  • Dermaga Apung
  • Jukung
  • Wisata Bahari
  •   IKLAN ONLINE
  •   Tambak Udang Skala Mini di Madura
  •   Siasat Bertahan Peternak Layer
  • Lowongan Kerja: PT Citra Mandiri Kencana

        


    ETALASE    



Home     Our Profile     Trobos Moment     Contact Us     Data Agri     Foto     AgriStream TV     TComm     Berlangganan
Copyright 2014-2016 TROBOS, All Rights Reserved