Agri Unggas   
  Livestock Update +       Moment Update +       Aqua Update +  




Minggu, 1 Januari 2017
Beleid Hulu Hilir Ayam Ras Diterbitkan

Beleid Hulu Hilir Ayam Ras Diterbitkan

Foto: trobos


Komoditas Lain
Unggas
Sapi Perah
Sapi Potong
Domba/ Kambing
Aneka Ternak
Hobi Livestock

Pemerintah menerbitkan Permentan Nomor 61 Tahun 2016 tentang Penyediaan, Peredaran, dan Pengawasan Ayam Ras yang pelaksanaannya dikawal KPPU

 

Gejolak sektor perunggasan sampai menjelang akhir tahun masih cukup pelik.  Mulai dari masalah DOC (ayam umur sehari), pemeliharaan ayam ras, hingga masalah harga penjualan di pasar selalu datang silih berganti. Membuat pelaku usaha, dalam hal ini peternak menuntut keadilan pemerintah.

 

Untuk mengatasi permasalahan perunggasan terutama ayam ras di Indonesia tersebut, maka Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian telah menerbitkan Permentan Nomor 61 Tahun 2016 tentang Penyediaan, Peredaran, dan Pengawasan Ayam Ras yang merupakan revisi dari Permentan Nomor 26 Tahun 2016 tentang Penyediaan, Peredaran, dan Pengawasan Ayam Ras. Sosialisasi Permentan Nomor 61 Tahun 2016 ini dilakukan kepada stakeholder perunggasan (27/12) yang sebelumnya sudah ditandatangani Menteri Pertanian di kantor KPPU (6/12).

 

I Ketut Diarmita, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan dalam sambutannya menilai dalam Permentan Nomor 61 Tahun 2016 masih ada beberapa hal yang harus diatur oleh dirinya. Ia pun berharap terkait pengawasan di lapangan, implementasi dari Permentan ini ada tim independen yang mengawasi sehingga netralitasnya bisa didapatkan. Sementara tim verifikasi yang sudah ada juga akan mengevaluasi apakah yang dikerjakan di lapangan sudah benar atau tidak.

 

Dia juga menjelaskan bahwa ada beberapa hal mesti dikedepankan, karena kegiatan di hulu dan hilir ditangani dua kementerian, hulu dibawah Kementerian Pertanian dan hilir Kementerian Perdagangan. “Terkait hal itu, saya tidak mau nanti di kemudian hari ada protes-protes dari keputusan ini. Karena ini diatur dua Undang-undang (UU) yang selayaknya kedua biro hukum ini bertemu. Namun dengan kondisi Indonesia yang diprotes WTO pun membuat kita harus waspada,” ujarnya.

 

Ketut kemukakan, dengan duduk bersama, kesamaan persepsi didapatkan dari sosialisasi Permentan ini, dan ke depan Permentan ini benar-benar bisa mengayomi seluruh pelaku usaha, baik perusahan integrator dan perusahaan UMKM.

 

Senior Vice President Head of Marketing and Sales PT Japfa Comfeed Indonesia Budiarto Soebijanto yang ditemui TROBOS Livestock (6/12) mengatakan, permentan itu masih membutuhkan ketentuan teknis atau pelaksana, yaitu surat keputusan Direktur Jenderal. Secara umum, Budiarto menilai, ketentuan itu cukup baik karena memberi kesempatan bagi peternak mandiri untuk memperbesar usahanya.

 

Kerjasama dengan KPPU

Pada awal Desember 2016 bertempat di Kantor KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha), Menteri Pertanian dan Ketua KPPU mendeklarasikan kerjasama dalam pengawalan dan pendampingan untuk penyediaan, peredaran dan pengawasan ayam ras di Indonesia.

 

Hadir pada acara tersebut dari KPK, Bareskrim Polri, Ketua Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan, Kejaksaan Agung (TP4 Kejagung), Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan, Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian, Eselon II lingkup Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Gabungan Pengusaha Pembibitan Unggas (GPPU) dan peternak mandiri.

 

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan kerjasama ini dilakukan untuk mengatasi permasalahan perunggasan di Indonesia khususnya ayam ras. Deklarasi ini menunjukkan adanya komitmen bersama antara Kementerian Pertanian dan KPPU untuk bekerjasama melaksanakan  pengawalan dan pendampingan dalam penyediaan, peredaran dan pengawasan ayam ras di Indonesia."Dengan adanya langkah deklarasi bersama ini kedepannya kita harapkan tidak ada lagi demo - demo peternak," ungkap Amran (6/12).

 

Lebih lanjut, ia kemukakan melalui deklarasi ini, sudah terjalin kesepakatan bersama baik antar pemerintah, KPPU, maupun para pelaku usaha di sektor peternakan untuk tetap menjaga harga unggas. "Langkah menjaga harga ini kita lakukan baik di tingkat peternak maupun harga di tingkat konsumen," imbuhnya.

 

Harga patokan yang disepakati itu, ujar dia, meliputi harga untuk DOC (ayam umur sehari) sebesar Rp 4.800 per ekor. Lalu, harga live bird (ayam hidup) sebesar Rp 18.000  per kg di tingkat peternak dan harga di pasar Rp 32.000 per kg. Ia utarakan kalangan pelaku industri perunggasan sudah menyetujui revisi Permentan yang terbaru (Permentan Nomor 61 Tahun 2016), sehingga tidak ada pihak yang dirugikan atas penetapan harga itu. Sebelumnya, harga DOC di tingkat produsen berada di kisaran Rp 5.000 - 6.000 per ekor."Tidak hanya harga jual ayam di pasar, harga DOC, harga pakan juga kita atur," cetusnya.

 

Pemerintah, sambungnya tidak menginginkan ada lagi yang turun ke jalan melakukan demo terkait dengan masalah perunggasan ini, makanya saat ini dibuat regulasi dan diatur dengan aturan yang jelas."Semua ini kita atur sehingga ke depan tidak ada lagi kegaduhan di sektor perunggasan," harapnya.

 

Ketua KPPU Syarkawi Rauf mengutarakan pihaknya mengapresiasi langkah Mentan membuat regulasi yang memiliki dasar hukum yang kuat. Dengan demikian, berbagai kesepakatan yang nanti dilakukan antara pemerintah dan pelaku usaha memiliki dasar aturan perundang-undangan yang jelas.

 

Adapun Permentan ini megacu pada aturan di atasnya yaitu Peraturan Presiden No.71/2015 tentang Penetapan dan Penyimpanan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting. “Apa yang diatur di revisi Permentan Nomor 26/2016 akan dikecualikan dari UU Nomor 5/1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat,” katanya (6/12).

 

 

Selengkapnya baca di majalah TROBOS Livestock Edisi 208/Januari 2017


   Artikel Lain    

    Pemerintah Klaim Produksi Jagung Berlebih

    Sasso: Penantang Ayam Lokal dari Perancis

    Meningkatkan Kualitas Telur pada Ayam Tua

    Penyebaran dan Kajian Ekonomi AI

    Kemitraan Sehat, Inti dan Plasma


  • Keramba Jaring Apung
  • Dermaga Apung
  • Jukung
  • Wisata Bahari
  •   IKLAN ONLINE
  •   Tambak Udang Skala Mini di Madura
  •   Siasat Bertahan Peternak Layer
  • Lowongan Kerja: PT Citra Mandiri Kencana

        


    ETALASE    



Home     Our Profile     Trobos Moment     Contact Us     Data Agri     Foto     AgriStream TV     TComm     Berlangganan
Copyright 2014-2016 TROBOS, All Rights Reserved