Trobos Utama   
  Livestock Update +       Moment Update +       Aqua Update +  




Minggu, 1 Januari 2017
Bulog dan Jagung untuk Peternak Layer

Bulog dan Jagung untuk Peternak Layer

Foto: fauzi


Komoditas Lain
Unggas
Sapi Perah
Sapi Potong
Domba/ Kambing
Aneka Ternak
Hobi Livestock

Perlu komitmen peternak untuk memanfaatkan jagung impor Bulog. Bulog pun dituntut terus memperbaiki prosedur agar tidak menyulitkan peternak mengakses jagung impor

 

Setelah sempat dibuat pusing dengan kelangkaan pasokan dan harga jagung yang melambung tinggi hingga Rp 7.200 per kg beberapa waktu lalu, kini peternak layer (ayam petelur) UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) mulai bisa bernapas lega. Bulog akan membantu secara kontinu pasokan jagung bagi para peternak.  

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun TROBOS Livestock, sekitar 200.000 ton jagung akan diimpor Bulog untuk memenuhi kebutuhan para peternak layer UMKM sampai Februari 2017.Sebanyak 4 pelabuhan sudah ditentukan sebagai tempat penurunan jagung impor Bulog yaitu di pelabuhan Belawan Sumatera Utara sebanyak 9.000 ton, Bandar Lampung 8.000 ton, Banten 100.000 ton, dan Surabaya Jawa Timur 85.000 ton.

 

Presiden Forum Peternak Layer Nasional, Musbar mengkonfirmasi jagung impor Bulog baru masuk pada 19 – 21 Desember 2016. “Jagung impor Bulog baru 12.700 ton dan keputusan administrasi baru turun 3 hari kemudian,” ujarnya singkat.   

 

Musbar memberikan apresiasi kepada Bulog yang telah membantu melindungi eksistensi peternak layernasional. “Kami sangat mengapresiasi peran Bulog yang diharapkan ke depan wewenangnya diperluas lagi untuk menjamin suplai 3 bahan pokok utamanya beras dan jagung,” katanya.

 

Ia mengungkapkan, untuk alokasi jagung impor tersebut, peternak sudah melakukan pertemuan pada 24 November lalu yang dihadiri hampir seluruh peternak layer di pulau Jawa. Beberapa poin hasil dari pertemuan yaitu Jawa Timur ditambah Jawa Tengah mengestimasi kebutuhan jagung sebesar 50 ribu tondan pada saat itu peternak yang hadir khususnya dari Jawa Timur menyatakan kalau jumlah sebanyak itu masih kurang. Sementara kebutuhanjagung impor untuk Banten – JawaBarat sekitar 20 – 30 ribu ton, dan Medan sekitar 9 ribu ton.

 

Poin lainnya, lanjut Musbar adalah usulan peternak layer UMKM membeli jagung melalui rumah pangan, karena melihat keterbatasan finansialsehingga tidak dapat mengambil dalam jumlah besar dan peternak minta tempo pembayaran. “Agak berat jika Sub DivreBulog diberikan tanggung jawab melayani pembelian 1 – 2 ton per hari dan peternak minta tempo pembayaran,” tekannya. Tak hanya itu, Musbar juga meminta mempercepat penyerapan dengan mempersiapkan jagung dalam bentuk bagging. Meski ada beberapa daerah yang meminta dalam bentuk curah, karena harus mempunyai fasilitas gudang yang besar.

 

 

Sangat Membantu

Importasi jagung yang dilakukan Bulog untuk memenuhi kebutuhan sampai Februari 2017 disambut baik peternaklayer. Pada pertemuan 6 Desember lalu, terkumpul alokasi penggunaan jagung impor Bulog sebanyak 167.500 ton untuk peternak layer UMKM, sementara sisanya sebanyak 32.500 ton akan dialokasikan sebagai stok penyangga jagung nasional atau kebutuhan feedmill (pabrik pakan).

 

Leopold Halim, peternak layer senior di Legok, Tangerang Banten peran Bulog dalam menyuplai jagung ke peternak layer UMKM sangat membantu. “Saat ini jagung lokal belum panen, kalau pasokan jagung ditambah gandum kosong, peternak bisa jantungan. Dengan adanya jagung impor Bulog ini, sangat membantu peternak terlebih bagi yang mencampur pakan sendiri (self mixing),” urai pria yang akrab disapa Atung ini.

 

Sekretaris Jenderal Pinsar Indonesia ini yakin impor jagung sebanyak itu oleh Bulog akan habis dibeli peternak layer UMKM. “Peternak sekarang sudah tahu kapan jagung impor akan masuk sehingga akan habis dibeli. Meski tidak habis, bisa saja sisanya diambil feedmill,” kilahnya. Atung pun tidak meragukan kualitas jagung impor karena memiliki kadar air sekitar 15 – 16 %, tidak jamuran karena sudah diberi anti jamur.

 

Atung menekankan, kualitas telur sangat bergantung dari jagung yang dikonsumsi ayam. Jika kontinuitas jagung baik, kualitas telur juga akan baik. “Kalau dulu pas jagung kosong, diganti dengan gandum telur menjadi jelek. Intinya ada jagung, kualitas telur pasti terjamin,” tukasnya.

 

 

Selengkapnya baca di majalah TROBOS Livestock Edisi 208/Januari 2017


   Artikel Lain    

    Bisnis Itik Makin Dilirik

    Berkelasnya Kuliner Itik

    Mengurai Stagnasi di Sapi Perah

    Konsolidasi Peternak Lewat Koperasi

    Daya Pikat Koperasi


  • Berkelasnya Kuliner Itik
  • Bisnis Itik Makin Dilirik
  • Kemitraan Budidaya Nila Berkelanjutan
  • Raup Peluang Pasar Nila
  • Training Jurnalistik Media Petemakan
  • Lowongan Kerja: BIOMIN
  •   Menyiasati Margin Budidaya Lele
  •   Mengurai Berbelitnya Perizinan Usaha Tambak

        


    ETALASE    



Home     Our Profile     Trobos Moment     Contact Us     Data Agri     Foto     AgriStream TV     TComm     Berlangganan
Copyright 2014-2017 TROBOS, All Rights Reserved