Livestock Update   
  Livestock Update +       Moment Update +       Aqua Update +  




Senin, 2 Januari 2017
Sebab Terbitnya Beleid Baru Perunggasan

Sebab Terbitnya Beleid Baru Perunggasan

Foto: 


Komoditas Lain
Unggas
Sapi Perah
Sapi Potong
Domba/ Kambing
Aneka Ternak
Hobi Livestock

Jakarta (TROBOS.COM). Peternak mandiri  ayam ras pedaging (broiler) kian sulit bersaing dengan perusahaan integrasi dilihat dari sisi penguasaan sarana produksi dan efisiensi usaha, sehingga biaya produksi pada peternak mandiri cenderung tinggi.
 
Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian pada siaran persnya (31/12) menyebutkan produksi ayam ras pedaging dari perusahaan integrasi baru sebagian kecil dipergunakan untuk memasok industri  pengolahan. 
 
Sebagian besar produksi mereka masih dijual ke pasar tradisional, sehingga menggerus market share peternak, koperasi, maupun peternak  ayam mandiri yang mengandalkan penjualannya ke pasar tradisional. 
 
Perusahaan perunggasan integrasi yang  juga merupakan perusahaan inti dalam pola budidaya unggas inti-plasma sebenarnya memiliki Rumah Pemotongan Ayam (RPA) dan telah melakukan penyimpanan dengan fasilitas cold storage. Sayangnya, kapasitas cold storage mereka hanya mampu menampung stock sebesar 15-20% dari total produksi.
 
Bisnis peternakan ayam ras pedaging (broiler) yang bermula sejak tahun 70-an, kini telah tumbuh menjadi industri raksasa yang terintegrasi mulai hulu hingga hilir. Lengkap dengan industri pendukungnya seperti pakan, bibit, obat-obatan dan industri pendukung lainnya. Integrasi vertikal hulu-hilir dilakukan oleh pemodal besar untuk meningkatkan efisiensi bisnis unggasnya. 
 
Statistik Peternakan Tahun 2015 menyatakan berkembangnya industri ayam ras telah menyebabkan revolusi menu bagi orang Indonesia, dari tren konsumsi Red-meat (daging sapi, kambing, dll) ke White-meat (daging unggas). Semula konsumsi daging sapi/kerbau memiliki porsi 55%, kini turun menjadi 17% karena beralih mengkonsumsi daging ayam. Konsumsi daging ayam naik menjadi 67% yang sebelumnya 15%.  Perubahan itu terjadi dalam kurun waktu 50 tahun. 
 
Ayam ras menyumbang 55 % kebutuhan daging dan 71 % kebutuhan telur nasiona. Sedangkan ayam lokal menyumbang 11 % daging dan 11% telur.  nuruddin
 


   Artikel Lain    

    Jamesway akan Gelar Hatchery Summit 2017 di Jakarta

    Peternak Unggas Jateng Minta Pemerintah Bantu Naikkan Harga Panen

    Menekan Resiko Erupsi Gunung Agung pada Ternak

    Industri Pakan Ternak Memaksimalkan Pemanfaatan Jagung Lokal

    Penyelamatan Ternak pada Erupsi Gunung Agung


  • Jaminan Keamanan Pangan
  • Memacu Bisnis RPA
  • Hitung-Hitungan Benur Besar
  • Plus Minus Nursery Benur
  •   Jambore Peternakan Nasional 2017
  •   Bisnis Itik Makin Dilirik
  •   Mengenal Udang Putih Asli Indonesia
  •   Cara Benar Membenihkan Lele

        


    ETALASE    



Home     Our Profile     Trobos Moment     Contact Us     Data Agri     Foto     AgriStream TV     TComm     Berlangganan
Copyright 2014-2017 TROBOS, All Rights Reserved