Moment Update   
  Livestock Update +       Moment Update +       Aqua Update +  




Senin, 2 Januari 2017
Inilah Isi Beleid Baru Perunggasan Ras

Inilah Isi Beleid Baru Perunggasan Ras

Foto: 


Jakarta (TROBOS.COM). Kementerian Pertanian menyiarkan keseriusannya melindungi peternak unggas melalui penerbitan Permentan 61/2016 tentang Penyediaan, Peredaran dan Pengawasan Ayam Ras. 
 
Surachman Suwardi, Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan pada siaran persnya (30/12) mengatakan beleid yang diteken sejak 6 Desember 2016 ini menggantikan beleid lama (Permentan 26/2016) ini mengatur  penyediaan ayam ras melalui produksi dalam negeri dan pemasukan dari luar negeri. Volume produksi dalam negeri dan besaran import ditetapkan berdasarkan rencana produksi nasional untuk menciptakan  keseimbangan suplai dan demand. 
 
Selain itu, penambahan dan pengurangan produksi ayam ras dapat dilakukan apabila terjadi ketidakseimbangan suplai dan demand. 
 
Siaran itu juga memuat permentan yang baru juga mengharuskan kepada produsen ayam ras dengan kapasitas produksi livebird (LB) lebih dari 300.000 ekor, wajib memiliki Rumah Potong Unggas dan fasilitas rantai dingin. Melalui beleid baru ini pula, peternak bebas mendapatkan pakan dan obat-obatan. 
 
Selanjutnya DOC yang beredar, wajib memiliki sertifikat benih/bibit yang dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Produk yang terakreditasi atau yang ditunjuk oleh Menteri. Bibit ayam yang tidak memiliki sertifikat dilarang untuk diedarkan. 
 
Untuk mendapatkan sertifikat tersebut, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan telah menyiapkan Lembaga Sertifikasi Produk (LSpro) yang berlokasi di Gedung C Lantai 7 Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan. 
 
Beleid itu juga mengatur rasio alokasi distribusi DOC final stock (FS) broiler dan layer untuk internal integrator sebanyak 50% dan sebanyak 50% wajib didistribusikan untuk perusahaan budidaya unggas, peternak unggas mandiri dan koperasi. 
 
Peraturan baru ini mewajibkan pelaku usaha atau perusahaan dalam melakukan kegiatan penyediaan dan peredaran ayam ras untuk melaporkan produksi dan distribusinya kepada Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, dengan tembusan kepada Gubernur dan Bupati/Walikota. Pelaporan setidaknya dilakukan 1 (satu) bulan sekali setelah selesai kegiatan penyediaan dan peredaran ayam ras. nuruddin
 


   Artikel Lain    

•    Pengebom Ikan “Bertaubat” Akan Dibantu Alat Tangkap

•    Kapal Ternak Camara I Telah Angkut 11.767 Ekor Sapi

•    Inilah Cara Manfaatkan Kapal Ternak Camara Nusantara 1

•    Budidaya Off Shore Kakap Putih Akan Libatkan Masyarakat

•    Komitmen 17 Kepala Daerah Menjaga Kelestarian Teluk Bone


  • Importasi dari Zona Based Dilanjutkan
  • Importasi Berbasis Zona Pasca Putusan MK
  • Urgensi Biosekuriti Tambak Udang
  • Penangkapan Tuna Ikut Terseok
  •   Tambak Udang Skala Mini di Madura
  •   Siasat Bertahan Peternak Layer
  • THE ALLTECH IDEAS CONFERENCE 2017
  •   Berbagi Pengalaman Kendalikan WFD

        


    ETALASE    



• Home     • Our Profile     • Trobos Moment     • Contact Us     • Data Agri     • Foto     • AgriStream TV     • TComm     • Berlangganan
Copyright © 2014-2017 TROBOS, All Rights Reserved