Livestock Update   
  Livestock Update +       Moment Update +       Aqua Update +  




Kamis, 5 Januari 2017
Antisipasi Karantina Pertanian Terkait Wabah Flu Burung di China

Antisipasi Karantina Pertanian Terkait Wabah Flu Burung di China

Foto: Dok.TROBOS


Komoditas Lain
Unggas
Sapi Perah
Sapi Potong
Domba/ Kambing
Aneka Ternak
Hobi Livestock

Jakarta (TROBOS.COM). Karantina Pertanian RI perketat pengawasan di pintu - pintu pemasukan dan pengeluaran di seluruh wilayah Indonesia, untuk  mengantisipasi segala kemungkinan terkait merebaknya wabah flu burung di China.
 
Kepala Badan Karantina Pertanian Banun Harpini pada siaran persnya (4/1) menyatakan, berdasar informasi resmi dari Otoritas Kesehatan Pemerintah Republik Rakyat Cina, wabah flu burung (AI, Avian Influenza, H5N7) yang tengah melanda Cina telah memakan korban 7 orang terjangkit, 2 orang meninggal dunia dan puluhan ribu unggas dimusnahkan hingga tanggal 8 Desember 2016 yang lalu. 
 
Menanggapi informasi itu Badan Karantina Pertanian segera memperketat pengawasan di pintu - pintu pemasukan dan pengeluaran di seluruh wilayah Indonesia.
 
Sebagai dasar hukum, sebelumnya pada 2013, Kementerian Pertanian  pernah melakukan tindakan yang sama melalui Peraturan Menteri Pertanian No 44 / Permentan / OT.140 / 4 / 2013 tentang Penghentian Pemasukan Unggas dan/atau produk segar unggas dari Negara Republik Rakyat Cina ke dalam Negara Republik Indonesia. Sehingga dapat dipastikan tidak adanya unggas dan/atau produk unggas dapat masuk ke wilayah Indonesia.
 
Pada 28 Desember 2016 Karantina Pertanian telah melakukan pelarangan pemasukan anak ayam (DOC, Day Old Chick) dan produk unggas ke Indonesia dari 7 negara antara lain Belanda, Jepang, India, Perancis, Finlandia, Rumania dan Swedia.
 
Pelarangan ini dilakukan berdasarkan informasi dari Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE) terkait wabah flu burung yang terjadi di 7 negara tersebut.
 
Pengawasan antar area atau pulau di wilayah Indonesia juga menjadi salah satu kebijakan pertanian guna mendorong sentra unggas di provinsi bebas flu burung menjadi sumber produk unggas yang dapat diekspor.
 
Perbaikan sarana dan fasilitas di seluruh pos lintas batas negara yang tengah digalakan pemerintah di akhir tahun 2016 juga menjadi pembuka peluang ekspor produk peternakan ke pelbagai negara tetangga antara lain Papua Nugini dan Timor Leste.
 
Pada tahun 2016 tercatat 450,128 ton telur ayam tetas berhasil menembus pasar negara Myanmar dan 19,399 ton sarang walet atau setara dengan 7,5 miliar US$ masuk ke China. Sementara ekspor ayam beku Indonesia juga telah mendapat persetujuan khususnya standar SPS dari negara Jepang dan Korea Selatan.
 
Kasus flu burung di Indonesia, dalam periode 10 tahun (2005 - 2014) tampak kecenderungan penurunan baik kasus pada hewan maupun manusia. Hal ini sejalan dengan penanggulangan penyakit flu burung oleh antar instansi yang berjalan dengan baik, terbukti dengan mulai meningkatnya kepercayaan negara mitra dagang terhadap produk peternakan dan terus berdampak positif terhadap peningkatan neraca perdagangan komoditas peternakan.
 
Kasus flu burung saat ini yang terjadi di Indonesia mengalami tren penurunan dan hanya pada lokus kecil peternakan rakyat, sedangkan perusahaan besar yang telah menerapkan sistem kompartemen tidak ditemukan kasus baru. yopi
 


   Artikel Lain    

    NTT Miliki 24% Luasan Tanam Jagung Nasional

    Pengendalian Antraks Kulon Progo, Pengawasan Diperketat

    Upsus Siwab Bidik 166.094 Induk di Jabar

    Perempuan Dilibatkan dalam Produksi Pertanian

    Dalam 2 Tahun, 235 Ribu Induk Disembuhkan dari Gangrep


  • Keramba Jaring Apung
  • Dermaga Apung
  • Jukung
  • Wisata Bahari
  •   IKLAN ONLINE
  •   Perkiraan Harga Sapi Selanjutnya
  •   Bahan Baku Alternatif Pengganti Jagung
  •   Cara Meningkatkan Kualitas Nutrisi Pakan

        


    ETALASE    



Home     Our Profile     Trobos Moment     Contact Us     Data Agri     Foto     AgriStream TV     TComm     Berlangganan
Copyright 2014-2016 TROBOS, All Rights Reserved