Moment Update   
  Livestock Update +       Moment Update +       Aqua Update +  




Selasa, 10 Januari 2017
Permintaan Global pada Udang Budidaya Menguat

Permintaan Global pada Udang Budidaya Menguat

Foto: dok.TrobosAqua


California (TROBOS.COM). Impor udang eks Budidaya di seluruh dunia menguat dari Januari sampai Juni 2016. Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) melaporkan telah terjadi peningkatan pasokan dari negara-negara penghasil udang tambak dunia. 

Bob Rosenberry di laman Shrimpnews.com menyampaikan ulasannya, Jepang mengimpor udang 7% lebih banyak pada periode Januari-Juni 2016 ketimbang periode yang sama tahun 2015. Selain negeri matahari terbit itu,  peningkatan impor udang tambak juga terjadi di  Uni Eropa (+ 17,8%), Rusia (+ 44%), Australia (+ 4%) dan Afrika Selatan (+ 15%). Impor udang juga meningkat di Asia Timur dan Timur Dekat, yang sebagian besar dipasok oleh Asia dan Ekuador. Impor justru terlihat menurun hingga 1,2% di Amerika Serikat-satu-satunya pasar terbesar udang dunia.  
 
Peringkat eksportir global komoditas udang selama paruh pertama 2016 tetap sama dengan tahun 2015, Ekuador, India, Thailand, Indonesia dan China sebagai lima eksportir atas. Dua eksportir terkemuka, Ekuador dan India, berhasil meningkatkan volume ekspor sebesar 7,6% (180.000 metrik ton) dan 10,8% (179.000 MT). Tujuan ekspor udang terbesar Ekuador adalah Vietnam (80.000 MT), Uni Eropa (44.000 MT) dan Amerika Serikat (35.000 MT).
 
Pulih dari sindrom kematian dini (EMS), Thailand kembali menjajal pasar dan langsung menduduki peringkat ketiga dalam ekspor udang global. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, ekspor Thailand meningkat 33%, menjadi 94.000 MT. Pasar utamanya adalah Amerika Serikat, Jepang, Vietnam, Hong Kong dan Kanada.
 
Indonesia memiliki 5 pasar utama antara lain Amerika Serikat, Jepang, Uni Eropa, Malaysia dan Vietnam. Ekspor udang kemungkinan telah mencapai 90.000 MT pada paruh pertama tahun ini.
 
Ekspor udang China mengalami peningkatan 2,3% ke 82.000 MT. Peningkatan ekspor udang China terdeteksi masuk ke pasar Uni Emirat Arab, Republik Korea, Hong Kong dan Taiwan. Ekspor China terlihat sedikit menurun untuk tujuan pasar Jepang.
 
Ujian Ketangguhan
Bob menandai tahun 2016 merupakan ujian ketangguhan bagi petambak di negara-negara produsen. Penurunan produksi udang tambak dilaporkan di China, karena penyakit. Demikian pula produksi di negara bagian India Andhra Pradesh dan Tamil Nadu akibat wabah whitespot, enterocytozoon hepatopenaei (EHP), white fecess, Runting Mortality Syndrome dan bencana banjir. 
 
Meskipun menghadapi banyak kesulitan, produksi udang di India telah kembali stabil. Petambak di negara bagian Gujarat, Odisha dan Bengal Barat secara signifikan telah bergeser dari membudidayakan udang windu (Penaeus monodon) beralih ke udang putih (P. vannamei). 
 
Petambak India terus memproduksi udang berukuran lebih besar, dengan kisaran ukuran panen antara 13/15 sampai 21/25 ekor/kg.
 
Tambak-tambak udang di Indonesia juga dilaporkan terkena penyakit. Beberapa petambak harus pindah ke daerah lain untuk menghindari serangan penyakit.
 
Pihak berwenang di Vietnam telah melaporkan panen lebih rendah tahun ini. Tambak-tambak udang vanamei dan udang windu di Delta Mekong, kawasan tambak terbesar negeri Paman Ho itu, telah digoyang wabah penyakit selama bagian pertama dari 2016. Asosiasi eksportir dan produsen seafood Vietnam menyatakan luasan budidaya udang windu telah diperluas, namun volume produksi tetap tidak berubah dibandingkan dengan 2015.
 
Thailand adalah satu-satunya negara produsen udang yang sektorpertambakan udangnya telah pulih dari wabah pada paruh pertama 2016. Kenaikan lambat tapi stabil dalam produksi udang putih sedang berlangsung, dan total produksi tahun ini diperkirakan mencapai 300.000 mt.
 
Pasar Udang
Di Amerika Serikat, demikian diulas Bob, stok udang yang melimpah mengakibatkan impor udang shell on (cangkang utuh) turun (-5,7%) selama semester pertama tahun 2016, dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2015. 
 
Ada kekurangan pasokan untuk udang jenis individually quick frozen (IQF).  Meskipun impor udang kupas mentah naik 5,8%, namun secara keseluruhan impor sedikit menurun (-1,2%), dibandingkan dengan periode yang sama pada 2015. Volume impor udang breaded juga menurundibandingkan periode yang sama pada 2015.
 
Impor udang Amerika Serikat pada udang Indonesia, Ekuador dan India ditengarai menurun, namun indikasi kepulihan pasokan dari Thailand adalah penting bagi perdagangan udang dunia. Permintaan udang windu sehat selama periode ini mendapatkankan tambahan pasokan dari Bangladesh.
 
Di Jepang, stabilnya mata uang yen dan harga udang yang rendah membuat permintaan udang setempat meningkat. Permintaan udang windu yang lebih mahal juga kuat, terutama di daerah Kansai, yang terletak di selatan-tengah pulau utama Jepang Honshu. 
 
Selama Januari / Juni 2016, impor udang Jepang naik 6,8% ke 92.700 mt. Sebanyak 28% darinya berbentuk produk olahan mahal seperti seperti tempura, cooked shrimp dan sushi dengan nasi. Thailand meraup pangsa sebesar 42% dari pasar udang bernilai tinggi ini di Jepang. Industri melihat komoditas salmon sebagai pesaing untuk udang di level perdagangan ritel dan katering Jepang, terutama di toko-toko sushi dan restoran.
 
Impor udang dari negara-negara non-anggota Uni Eropa meningkat 5,4% selama semester pertama 2016. Hampir 21% dari impor udang non-anggota terdiri dari produk olahan yang berasal dari Vietnam, Kanada dan Greenland. 
 
Pasar impor terbesar adalah Spanyol (60.900 MT), Prancis (53.700 MT), Denmark (41.800 MT), Inggris (36.000 MT) dan Italia (32.000 MT). Permintaan udang di semua negara tersebut meningkat, kecuali Spanyol. Bahkan impor Jerman melonjak hingga24.600 MT.
 
Di Eropa Timur, Rusia mengimpor udang 44% lebih banyak daripada periode yang sama tahun 2015, hingga menembus angka 13.800 MT pada semester pertama 2016. Ukraina, juga mengalami meningkatnak volume impor udangnya secara signifikan hingga1.500 MT pada semester p[ertama 2016. Semester pertama 2015 negara ini hanya memasukkan 345 MT udang. ist / meilaka
 


   Artikel Lain    

    Balitnak Rilis SenSi-1 Agrinak, Ayam Lokal Pedaging Unggul

    Gatotkaca, Pedet Ras Belgian Blue yang Lahir di BET Cipelang

    RI-Australia Tingkatkan Kerjasama Layanan Veteriner

    AS Bantu USD 40 Juta untuk Konservasi Kelautan dan Perikanan

    Amervi Dukung Upaya Dongkrak Populasi Sapi Dalam Negeri


  • Keramba Jaring Apung
  • Dermaga Apung
  • Jukung
  • Wisata Bahari
  •   IKLAN ONLINE
  •   Tambak Udang Skala Mini di Madura
  •   Siasat Bertahan Peternak Layer
  • Lowongan Kerja: PT Citra Mandiri Kencana

        


    ETALASE    



Home     Our Profile     Trobos Moment     Contact Us     Data Agri     Foto     AgriStream TV     TComm     Berlangganan
Copyright 2014-2016 TROBOS, All Rights Reserved