Trobos Utama   
  Livestock Update +       Moment Update +       Aqua Update +  




Minggu, 1 Oktober 2017
Jaminan Keamanan Pangan

Jaminan Keamanan Pangan

Foto: reza


Komoditas Lain
Unggas
Sapi Perah
Sapi Potong
Domba/ Kambing
Aneka Ternak
Hobi Livestock

Keberadaan RPA disertai fasilitas cold storage yang memadai menjadi harapan peternak untuk menikmati keuntungan jangka panjang dan bisnis yang berkesinambungan. Juga menyediakan ayam bagi konsumen yang diproses secara ASUH

 

 

Bisnis RPA (Rumah Potong Ayam) di Indonesia diprediksi akan berkembang di berbagai wilayah di Indonesia. Para pelaku usaha melihat potensi dan peluang di usaha pasca panen perunggasan menjadi suatu bentuk usaha yang memiliki prospek yang lebih baik ke depannya.

 

Managing DirectorPT Javatec Food Technology – perusahaan yang bergerak di penyediaan peralatan RPA dan food processing, Budi W. Setiadi menyatakan saat ini rasio jumlah peternak, jumlah ayam, jumlah RPA, cold storage, dan cold chain system di Indonesia masih sangat tidak berimbang yang berakibat supply & demand dalam setahun usaha peternakan berjalan tidak stabil.

 

“Mekanisme pasar selalu terjadi yaitu ketika panen raya harga justru anjlok dan harapan peternak untuk mendapatkan laba saat panen justru terjadi sebaliknya menjadi kerugian yang didapat,” ungkapnya kepada TROBOS Livestock.

 

Meskipun belum disadari betul, dalam menjalankan usaha perunggasan yang berjalan secara berkesinambungan, sebetulnya RPA dan cold storage termasuk cold chain system merupakan benteng dan penyangga yang sangat strategis bagi peternak. Dengan harga ayam hidup yang fluktuatif dan di luar prediksi pasar maka yang terbaik adalah setelah mencapai umur panen (sesuai target pasar) kemudian masuk RPA dan cold storage dan disimpan dalam bentuk karkas ataupun cut up, dan boneless sebagai buffer stock.

 

“Keberadaan RPA dan cold storage sebetulnya menjadi momentum terbaik bagi para peternak untuk menjaga aset dan usahanya dengan menyerap ayam ketika pasar dalam kondisi murah. Ketika harga ayam stabil aktivitas RPA dan cold storage tetap berjalan seperti biasa dan pasokan yang ada ketika harga sedang jatuh dapat dilepas secara bertahap. Akibatnya harga dalam setahun penuh dapat lebih stabil dan dalam jangka pendek ketika harga tinggi menjadi titk impas bahkan keuntungan bagi peternak saat menjaga stok ketika harga jatuh dalam bentuk karkas serta turunannya,” urai Budi.

 

Namun yang paling penting bagi Budi, keberadaan RPA pertama-tama harus dilihat dari aspek biosekuriti dan keamanan pangan sebelum melihat dari aspek komersial. Apalagi pemerintah telah memperkenalkan ayam ASUH (Aman Sehat Utuh Halal) yang layak konsumsi. “Kita harus mengedukasi para peternak, pedagang, dan konsumen akhir untuk menyediakan dan membeli ayam yang diproses secara ASUH,” sarannya.

 

Edukasi pemerintah untuk menggalakan ayam ASUH sampai di pasar tradisional, lanjut Budi, sudah menjadi keharusan untuk terus menerus mengawal dan melaksanakan sampai kesadaran masyarakat untuk membeli ayam ASUH benar-benar memberi manfaat secara kesehatan pangan serta manfaat komersial bagi pelaku peternak dan industri di dalamnya. “Komitmen ini harus terus digalakkan karena di pasar tradisional keberadaan ayam ASUH masih bersifat sporadis. Kebiasaan konsumen untuk membeli ayam hidup dan atau ayam yang dipotong di tempat harus diubah paradigmanya,” usulnya.

 

Dengan kondisi pasar tradisional yang seperti itu maka saat ini 95 % karkas dari RPA lebih banyak memasok pasar modern yang tumbuh bagaikan jamur di kantong-kantong perumahan; industri-industri yang berbasis protein hewani seperti pabrik sosis, nugget, bakso serta olahan lainnya; serta horeka (hotel, restoran, katering) seperti memasok banyak restoran padang yang berbasis jaringan. “Fakta ini menunjukkan, masyarat umum serta industri yang berlatar pendidikan lebih baik umumnya lebih memperhatikan masalah keamanan pangan. Untuk itu, pasar tradisional yang memasok sekitar 80 % kebutuhan protein masyarakat harus menjadi target penting agar bisa tersedia ayam ASUH,” tuntutnya.

 

Agar ayam ASUH ini lebih berkembang merata di berbagai daerah di Indonesia maka pengembangan konsep RPA, cold storage, serta cold chain system di setiap kabupaten/kota di Indonesia menjadi suatu keniscayaan. “Pemerintah daerah bisa bekerja sama dengan swasta sebagai operator KSO (Kerjasama Operasional). Bila RPA tersedia di kantong-kantong produksi ayam maka rantai pasokan ayam hidup ke setiap RPA menjadi jauh lebih pendek bahkan RPA dapat menerima langsung ayam dari peternak sekitar asalkan sesuai dengan kualitas yang diinginkan. Semua akan menjadi domino efek sampai ke level peternak karena dirangsang untuk menghasilkan ayam dengan kualitas yang lebih baik dengan imbalan harga yang baik pula,” jelasnya.

 

Disampaikan Budi, dengan adanya RPA dan cold storage bagi pelaku industri menjadikan bisnisnya lebih terkontrol ketika harga ayam naik dan turun secara jangka panjang. Juga mengedukasi pelaku usaha untuk melihat prospek peternakan ke arah industri dan stimulus untuk pengembangan value added sector seperti ke industri pengolahan bakso, sosis, nugget, dan olahan tradisonal lainnya yang berbasis daging ayam. “Agar bisnis ini bisa berkembang, kepastian pasar, kemudahan perizinan, dan permodalan dari perbankan sangat penting,” tekannya.

 

 

Kalkulasi Investasi RPA

Keluarnya Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 61/Permentan/PK.230/12/2016 tentang Penyediaan, Peredaran, dan Pengawasan Ayam Rasmenjadi salah satu pendorong berkembangnya RPA. Hal itu Karena pada Pasal 12 Permentan ini menyatakan pelaku usaha integrasi, pelaku usaha mandiri, koperasi, dan peternak yang memproduksi ayam ras potong (live bird) dengan kapasitas produksi paling rendah 300.000 (tiga ratus ribu) ekor per minggu harus mempunyai Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) yang memiliki fasilitas rantai dingin.

 

 

Selengkapnya baca di majalah TROBOS Livestock Edisi 217/Oktober 2017

 


   Artikel Lain    

    Daya Pikat Kandang Modern

    Peluang Pasar Produsen Alat Kandang

    Menatap Bisnis Broiler 2018

    Kebijakan yang Komprehensif Dinanti

    Obsesi Membuntingkan 3 Juta Sapi


  • Peluang Pasar Produsen Alat Kandang
  • Daya Pikat Kandang Modern
  • Supaya KJA Berkelanjutan
  • Kelayakan KJA di Perairan Umum
  •   Dr. drh. Surya Agus Prihatno, MP: Koreksi untuk Upsus Siwab
  •   Menatap Bisnis Broiler 2018
  •   Plus Minus Autofeeder Udang
  •   Pakan Otomatis Genjot Pertumbuhan Udang

        


    ETALASE    



Home     Our Profile     Trobos Moment     Contact Us     Data Agri     Foto     AgriStream TV     TComm     Berlangganan
Copyright 2014-2017 TROBOS, All Rights Reserved