Konsultasi Ternak
01 October 2009
Agar Kotoran Ayam Tak Encer dan Bau

Pertanyaan

Pengasuh yth,
Saya adalah peternak ayam petelur di Jawa Timur. Saya biasa membuat pakan sendiri dengan cara mencampur beberapa bahan baku yang menurut saya formula maupun kualitas bahan baku tersebut sudah sama dengan di pabrik. Masalahnya, kenapa akhir-akhir ini ayam saya mengalami kendala kotorannya encer dan bau. Meski tidak berpengaruh besar terhadap performa dan produksi, hal tersebut sangat mengganggu mengingat lokasi kandang saya dekat perumahan penduduk. Bagaimana cara menanggulanginya?


Hendri Surabaya

Yth Bapak Hendri.
Terima kasih atas pertanyaannya. Menurut kami ada banyak faktor yang bisa menyebabkan kotoran ayam menjadi cair dan bau. Kasus ini biasa disebut wet dropping. Kualitas bahan baku pakan, level pemakaiannya serta keseimbangan mineral dan kondisi elektrolit tubuh relatif bisa menjadi penyebabnya.
Kami belum mengetahui apakah kejadian wet drop di tempat Bapak saat ini terus menerus atau sesaat. Jika memang terus menerus pada saat diberikan pakan yang sama kemudian berhenti ketika diberi jenis pakan yang berbeda, bisa disimpulkan mungkin berasal dari pakan. Selain berpengaruh terhadap kesehatan ayam, bau yang dihasilkan akibat wet drop ini bisa mengundang keresahan dan protes dari warga sekitar kandang, karena itu harus segera dicari solusinya.
Meskipun menurut Bapak tidak berpengaruh besar terhadap performa dan produksi, kami sarankan jangan dibiarkan berlarut karena secara tidak langsung justru kasus tersebut bisa mengakibatkan dampak susulan seperti misalnya terjadi iritasi membran pernafasan yang menyebabkan penyakit ND dan keracunan saluran pernafasan. Kemudian infeksi terhadap mata yang menyebabkan kebutaan, ascites, kurangnya kemampuan ayam untuk memperoleh oksigen, kandungan hemoglobin darah menurun, respon terhadap kekebalan dan vaksin menurun, dada melepuh dll.
Wet drop merupakan salah satu indikasi bahwa kualitas protein dalam bahan baku pakan tidak bisa dicerna secara maksimal sehingga kotoran yang keluar mengandung amonia. Bahan baku sumber protein ini misalnya tepung ikan (fish meal), tepung daging dan tulang (Meat Bone Meal/MBM), bungkil kedelai (Soy Bean Meal/SBM).
Guna menjaga kualitas protein, disarankan agar Bapak lebih selektif lagi dalam memakai bahan-bahan baku protein tersebut. Pengukuran secara laboratorium mengenai tingkat kesegaran, nilai kecernaan pepsin (pepsin digestibility) untuk tepung ikan dan MBM, serta kelarutan KOH atau aktivitas urease untuk bungkil kedelai, bisa dijadikan sebagai patokan untuk menilai apakah bahan-bahan baku yang digunakan berkualitas atau tidak.
Jika sulit untuk mengontrol fluktuasi kualitas bahan baku dan kasus wet drop disertai bau tetap terjadi, kami sarankan Bapak siasati dengan memakai bahan pengikat bau amonia. De-Odorase milik Alltech sebagai solusinya. De-Odorase mengandung ekstrak tanaman Yucca Shidigera yang berbeda dengan yang lainnya karena sekaligus dilengkapi dengan bakteri menguntungkan Bacillus substillis dan Silikon dioksida. De-Odorase menstimulasi bakteri dalam kotoran untuk mengubah amonia menjadi protein mikroba sehingga bau bisa dikurangi. Kisaran pemakaian dosisnya relatif rendah, yaitu 2 4 ons/ton pakan atau 56,7 113,4 gram/ton sudah bisa menghilangkan masalah bau.
Selain itu untuk lebih menjamin protein bahan baku bisa tercerna dengan baik, pemakaian enzim protease dianjurkan. Dalam hal ini Alltech memiliki Allzyme SSF, merupakan komplek enzim dari 1 jenis substrat yang mengandung 7 macam enzim di dalamnya, salah satunya enzim protease. Pemakaian Allzyme SSF 150 gram/ton dalam pakan bisa memaksimalkan pencernaan protein dan nutrisi lainnya, sehingga diharapkan kasus wet dropping berkurang.
Pemakaian De-Odorase dan Allzyme SSF merupakan solusi yang tepat untuk mengurangi bau dan resiko wet dropping di peternakan anda. Selamat mencoba. Terima kasih.

Rubrik ini diasuh oleh PT Alltech Biotechnology Indonesia