Memelihara Udang Galah Bersama Padi
Oleh: Ir. Bambang Gunadi, MSc
*Peneliti Sistem Budidaya Ikan, Loka Riset Pemuliaan dan Teknologi Budidaya Perikanan Air Tawar - Sukamandi, Jawa Barat
Petani dapat penghasilan tambahan dari panen udang galah, selain hasil utama padinya
Kegiatan budidaya ikan secara minapadi telah berkembang sejak lama di masyarakat dengan komoditas ikan terutama ikan mas. Kini tren kegiatan budidaya air tawar tersebut terus berkembang, dengan dicobakannya komoditas perikanan lainnya seperri udang galah. Pemeliharaan udang galah bersama padi mulai mendapat minat masyarakat di beberapa daerah dengan nama yang berbeda-beda.
Misalnya di daerah Kutai, Kalimantan Timur, pemeliharaan udang galah secara minapadi disebut Paduga (Padi Udang Galah). Sementara di daerah Sleman, DI Yogyakarta, petani lebih senang menyebut kegiatan minapadi udang galah dengan nama Inpaud (Intensifikasi Padi dengan Udang Galah).
Tak bedanya dengan ikan mas, sistem minapadi udang galah bertujuan meningkatkan produktivitas lahan pertanian padi melalui pemanfaatan ruang dan media air yang tersedia di lahan sawah untuk budidaya udang galah. Seperti pada sistem budidaya minapadi dengan komoditas ikan mas pada umumnya menunjukkan peningkatan hasil padi sebesar 15–20% meskipun luasan tanam padi berkurang 10% untuk caren (saluran di sekeliling sawah).
Untuk minapadi udang galah diharapkan juga terjadi peningkatan produksi padi. Dengan demikian akan meningkatkan pendapatan keluarga petani yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan keluarga petani.
Diaplikasikan
Sistem minapadi ini telah diujicobakan di lahan persawahan milik petani Yogyakarta. Adalah Winardi yang melakukan adopsi Inpaud dilahan miliknya seluas 1 hektar. Ketika awal tebar benur, Winardi menebar 200ribuekor benur dengan kepadatan tebarsebesar 2 ekor/m2. Ukuran benur yang digunakan adalah ukuran tokolan2 atau benur berumur 2 bulan. Ukuran ini dianggap sudah aman untuk ditebar di sawah bersama padi.
Salah satu prinsip minapadi adalah pemanfaatan pakan alami terutama organisme bentos (seperti cacing) yang tumbuh di pelataran sawah tanaman padi oleh ikan yang dipelihara. Jenis ikan yang umum dipelihara bersama pada yakni ikan mas merupakan ikan yang mampu memanfaatkan secara maksimal pakan alami yang tumbuh di sawah.
Hal ini sangat berbeda dengan udang galah yang tidak terlampau mampu memanfaatkan pakan alami terutama organisme bentos yang ada di dalam lumpur sawah. Oleh karena itu, dalam minapadi udang galah dilakukan upaya pemberian pakan untuk menunjang pertumbuhan udang galah.
Pakan yang diberikan dapat berupa pakan komersial dengan kadar protein minimal 30%. Jumlah pemberian pakan diperkirakan sebanyak 10% dari bobot biomas pada awal pemeliharaan dan menurun hingga 3 % pada akhir periode pemeliharaan. Dengan perkiraan bobot biomas benur tokolan2 dalam 1 hektarsebesar 20-30 kg, maka pemberian pakan di awal periode membutuhkan pakan sebanyak 2-3 kg/hektar/hari.
Pemberian pakan dilakukan dengan cara disebar pada caren sebagairuang hidup udang galah. Dalam satu hari, pakan diberikan 2-3 kali dengan porsi lebih banyak diberikan pada sore hari untuk memberikan kesempatan udang galah mendapatkan pakan yang cukup pada malam hari.
Selengkapnya baca majalah Trobos edisi November 2011










