Primadona
01 May 2012
Cegah Penyakit Sedari Benur

Perudangan Indonesia masih sering terkendala benur berkualitasyang merupakan variabel awalkeberhasilan budidaya udang

Penyakit adalah teror yang selalu mengikuti usaha budidaya udang, khususnya vannamei. Para praktisi budidaya udang berkutat padamasalah kualitas air, penyakit, nutrisi pakan, obat-obatan,hingga pencarian sistem budidaya yang baik, untuk menjawab tuntutan produksiudangyang baik,salah satunya bebas dari penyakit.

Menurut Agusri, pembudidaya udang vannamei di Lampung, adalah penting untuk merumuskan sistem budidaya yang ideal. “Terutama bertujuan untuk menekan serangan penyakit dan meningkatkan produksi udang,” ujarnya.

Ketua Forum Komunikasi Praktisi Akuakultur (FKPA) Lampung, Hanung Hernadi mengatakan, perlu terobosan baru dalam teknologi dan manajemen budidaya yang modern untuk menyelesaikan masalah penyakit yang mendera perudangan tanah air. “Dan salah satu faktor yang menentukan terkendalinya penyakit di tambak adalah benur. Sangat dibutuhkan benur yang berkualitas, yakni cepat tumbuh, sehat, dan tahan penyakit,” tuturnya.

Induk  Lokal
Semestinya Indonesia sudah bisa menjadi “negara adidaya”produsenudang. Karena memiliki modal sumberdaya alam (SDA) dansumberdaya Manusia (SDM)yang besar. Leonardo Bong Tiro, dari Global Gen –produsen benur Vannamei— menyebutkan beberapa faktor yang berpengaruh dalam budidaya udang. Diantaranya lingkungan, SDM, shrimp breeding (pembibitan), hatchery (pembenihan), teknologi pertumbuhan, dukungan pemerintah, pengolahan dan pasar, serta investasi. “Banyaknya SDM dalam tambak skala kecil dan iklim tropis yang mendukung menjadikan Indonesia sangat ideal untuk budidaya udang,” ujarnya.

Meski demikian, tutur Bong, Indonesia masih terkendala kualitas dan kuantitas benur. Permasalahan yang kerap terjadi adalah produksi PL (Post Larva) berkualitas grade (level) rendah karena bernafsu memproduksi banyak PL agar mendapat banyak untung.

Salah satu solusi kualitas benur adalah mengembangkan broodstock (induk) udanglokal. “Broodstock dibesarkan dalam kondisi pertumbuhan dan resisten terhadap penyakit, serta mengembangkan broodstock yang menghasilkan PL yang mampu tumbuh di air tawar maupun hidup dilingkungan dengan salinitas sangat tinggi,” tambah Bong.

Produksi Benur Berkualitas
Dari sisi teknis, hatchery di Indonesia sudah berupaya melakukan langkah-langkah untuk menjaga agar benur yang dihasilkan berkualitas dan berkuantitas baik. Agus Suryawinadi,Technical ServiceHatchery PT Suri Tani Pemuka mengungkapkan, rentetan proses produksi benur dimulai dari strategi produksi; proses penerimaan induk; proses maturasi dan produksi naupli; proses pemeliharaan larva; penyediaan pakan alami dan pakan buatan; proses water treatment; sistem pencatatan;  serta tes quality control.

Dalam upaya memproduksi benur berkualitas, salah satu teknologi yang dikembangkan adalah pembenihan udang dengan teknologi bioflock. Dwi Putra Prihastono dari Central ProteinaPrima Hatchery Team menjelaskan bagaimana bioflock bisa menjadi senyawa yang menyehatkan bagi organ pencernaan udang.

Selengkapnya baca di majalah Trobos edisi Mei 2012