Konsultasi
01 October 2009
Budidaya Udang Vannamei di Air Tawar

Pertanyaan

Pengasuh rubrik yth,
Saya petani ikan di Mojokerto, Jawa Timur. Beberapa bulan lalu saya berkunjung ke Lamongan. Di sana saya melihat ada tambak udang yang lahan airnya saya rasakan seperti air tawar tetapi udangnya jenis udang laut. Bisakah budidaya seperti itu diterapkan di Mojokerto? Terimakasih.

Wisnu ? Mojokerto

Jawab:
Pengertian air tawar dalam konsep budidaya di sini bukan air tawar seperti di pedalaman, melainkan air tawar yang sangat sedikit mengandung garam. Karena kandungan garamnya sangat minim maka ?rasanya? mendekati air tawar.  Udang merupakan hewan  euryhaline, yaitu mampu beradaptasi pada kisaran salinitas/ kadar garam yang besar, mulai hampir 0,5 promil sampai  50 promil. Karena itu udang vannamei bisa dibudidayakan pada salinitas sangat rendah, bahkan mendekati tawar.  Tetapi bukan berarti udang vannamei bisa dipelihara di tanah pedalaman. Selama ini udang tersebut dipelihara di kolam pesisir dengan air ?tawar? atau bersalinitas rendah.
Selain itu kepadatan udang dan ukuran panen udang yang bisa dicapai juga terbatas.  Biasanya para pembudidaya air tawar hanya bisa memelihara sekitar 6,6 ? 12,5 gram saja, atau sekitar size 150 ? 80 ekor /kg. Teknik budidayanya secara ringkas ada 2 tahap, yaitu tahap pendederan dan tahap pembesaran.
Tahap pendederan merupakan tahap penentu dari kelanjutan usaha budidaya karena langkah ini adalah proses adaptasi benur dari lingkungan yang salinitasnya tinggi ke lingkungan yang nantinya bersalinitas mendekati nol (0). Benur yang dibeli dari hatchery biasanya bersalinitas sekitar 30 promil. Benur tersebut lalu ditebar di petakan yang salinitasnya hampir sama dengan di hatchery yaitu sekitar 30 permil.
Selanjutnya dilakukan penambahan air tawar pelan - pelan selama 10 sampai 14 hari, sehingga salinitasnya mendekati 0,5 ppt. Air yang dipakai untuk kucuran lebih baik jika dari petak yang air tawarnya akan digunakan untuk membesarkan udang nantinya. Harapannya adaptasi bisa lebih sempurna.  Jika kolam pendederan hanya mempunyai air tawar, maka sebaiknya mendatangkan air laut. Jangan menambahkan garam untuk membuat air laut tiruan.  Bisa juga menggunakan air asin dari tambak garam, kemudian air tersebut diencerkan.
Untuk tahap pembesaran, faktor penting pada budidaya air tawar adalah mempertahankan alkalinitas dan salinitas sekitar 0,5 ppt. Sehingga diharapkan penerapan pengapuran dan penambahan berkala garam krosok sangat diperlukan sekitar 200 kg per minggu. Ini untuk mengantisipasi hilangnya garam karena proses pergantian air.
Budidaya sistem ini pada umumnya ditujukan untuk memenuhi konsumsi pasar lokal karena rata-rata udang dipelihara antara umur 50 ? 90 hari dengan size  200 ? 100 ekor/kg. Ada pula yang sampai size 70 ekor/ kg dengan umur antara 110 sampai 120 hari. Variasi besar kecilnya size, tonase, angka kehidupan (SR) tergantung dari mutu benur, kepadatan dan masa adaptasi serta faktor pendukung lainnya. Kepadatan 10 hingga 15 ekor/m2 memungkinkan untuk tidak memakai kincir dengan masa budidaya 75 hari.  Sedangkan kepadatan 25 ekor/m2 harus sudah memakai kincir menjelang umur 25 hari. Untuk kepadatan 40 ekor/m2, kincir harus sudah operasi sejak udang berusia 7 hari. Kondisi persiapan program pakan dalam keadaan standar.
Secara singkat budidaya udang vannamei di air tawar ada pada dua tahap penting tersebut. Sedangkan yang lainnya masih seperti biasa kecuali perlakuaan garam dan pengapuran untuk meningkatkan alkalinitasnya. Demikian informasi dari kami selamat mencoba semoga sukses, amin.

Rubrik ini diasuh oleh PT SURI TANI PEMUKA