Konsultasi
01 January 2010
Memilih Tepung Ikan untuk Pakan

Pertanyaan:
Saya ingin bertanya tentang pakan ikan buatan yang diproduksi oleh industri pakan maupun dibuat sendiri oleh petani.  Mengapa warna pakan pabrikan kadang gelap/kehitaman tapi kadang pucat?  Mengapa juga kadang berbau ?harum? kadang agak apek seperti dedak? Apakah ini karena perbedaan kandungan bahan baku? Bagaimana pengaruhnya pada ikan? Jika ingin membuat pakan sendiri apakah harus menggunakan tepung ikan, berapa banyak yang diperlukan? Bagaimana memilih tepung ikan yang baik ?

Barata - Ciamis

Jawab:
Warna dan bau pada pakan buatan, baik yang dibuat oleh pabrik maupun oleh petani (home made) dipengaruhi oleh bahan baku yang terkandung dalam pakan dan proses pembuatannya.  Pakan yang mengandung banyak unsur nabati biasanya berwarna agak pucat dan baunya kurang ?harum?. 
Ini karena sumber nabati yang digunakan untuk membuat pakan biasanya adalah jagung, kedelai, dedak, gandum/terigu dan biji-bijian.  Bahan-bahan tersebuti jika diolah berwarna pucat dan tidak menghasilkan bau amis.  Walau begitu, bahan dari nabati tidak akan menimbulkan bau apek jika bahan tersebut bermutu tinggi. Bau apek menunjukkan adanya penurunan mutu bahan akibat penyimpanan bahan maupun penyimpanan pakan tersebut sebelum digunakan di kolam ikan. 
Pakan buatan pabrik biasanya saat diproduksi mengeluarkan bau segar (tidak apek), jika disimpan dengan baik maka bau pakan tidak banyak berubah sampai umur 30 ? 60 hari.  Setelah masa itu bau pakan mulai berubah, tetapi mutu pakan secara umum tidak terlalu berubah kecuali unsur-unsur tertentu seperti vitamin yang akan mengalami penurunan. Bau harum pada pakan juga bisa dihasilkan dari produk fermentasi. Bahan nabati yang difermentasi akan menghasilkan bau yang harum tetapi tidak amis.
Kualitas pakan umumnya tidak ditentukan oleh bau harum/amis maupun warna dari pakan tersebut, tetapi ditentukan oleh resep pakan yang terdiri atas berbagai bahan baku penyusun pakan.  Resep tersebut dibuat sesuai standar mutu pakan yang ditetapkan pabrik. Karena itu pakan yang sama bisa saja mempunyai bau dan warna yang berbeda tetapi mutunya relatif tidak berubah.
Pakan yang dibuat oleh pabrik melalui proses pemasakkan hingga suhu 90-100oC.  Proses pemasakkan ini akan mematangkan bahan baku sehingga warnanya bisa berubah dan menimbulkan bau khas.  Jika pemasakkan berlebihan maka pakan bisa berwarna kehitaman karena hangus. Sebaliknya jika pemasakkan kurang maka pakan berwarna agak pucat. Ketepatan dalam proses pemasakan berpengaruh pada mutu pakan karena pemasakkan bahan baku mempengaruhi nilai kecernaan bahan tersebut dalam usus ikan.  Faktor ini menjadi salah satu penyebab mutu pakan pabrik lebih baik dibanding pakan buatan sendiri.
Selain bahan baku dari sumber nabati, pakan buatan juga mengandung bahan baku dari sumber hewani, baik hewan darat (produk samping pengolahan ayam dan sapi) maupun hewan air (tepung ikan).  Tepung ikan digunakan karena kandungan protein dan mutu proteinnya yang tinggi.  Mutu protein bergantung dari kesesuaian komposisi asam-asam amino penyusun protein yang dibutuhkan oleh ikan. Oleh karena itu dalam pakan buatan untuk ikan selalu dibutuhkan tepung ikan, jumlahnya bergantung dari jumlah total protein yang terkandung dalam pakan.  Biasanya berkisar antara 10 ? 50 % dari total kandungan protein dalam pakan.  Jadi misalnya pakan yang mengandung protein 30 %, maka tepung ikannya antara 5 ? 10 % dari total bahan baku. 
Tepung ikan yang biasa digunakan adalah yang berwarna coklat, ada yang coklat pucat sampai dengan coklat gelap.  Pakan yang coklat gelap seringkali dianggap mengandung banyak tepung ikan, padahal warna tersebut juga bisa berasal dari tepung hewan darat. Tepung ikan yang baik baunya harum, tidak amis dan tidak anyir.  Kandungan proteinnya diatas 55 %, kandungan lemaknya < 12 %, butirannya halus, tidak terlalu banyak mengandung tulang.  Tepung ikan yang terlalu amis atau anyir menandakan bahwa bahan baku tepung ikan tidak segar.
Tepung ikan yang segar sangat mempengaruhi mutu pakan, sebaliknya tepung ikan yang tidak segar bisa menyebabkan ikan keracunan histamin sehingga mengganggu pertumbuhan ikan tersebut.  Kualitas tepung ikan ditentukan oleh jenis ikannya (bahan baku), penyimpanan ikan segar sejak mulai ditangkap di laut sampai pabrik pengolahan dan cara pengolahannya. Jenis ikan dan proses produksi tepung ikan akan mempengaruhi kadar protein dan lemak tepung ikan.  Sedangkan kesegarannya ditentukan oleh cara penyimpanan ikan segar sampai dengan ikan tersebut diolah menjadi tepung ikan.

Rubrik ini diasuh oleh PT SURI TANI PEMUKA