Konsultasi
01 May 2011
Konstruksi Ideal Kolam Air Deras

Tanya:

Saya tertarik untukudaha budidayadikolam air deras. Saya sudah melihat berbagai kolam air deras di beberapa daerah, ternyata bentuk dan ukuran kolam berbeda-beda.  Mohon penjelasan bagaimana menentukan bentuk dan ukuran ideal kolam air deras?

Djadjat-Bogor

 

Jawab:

Bentuk dan konstruksi kolam air deras memang berbeda dibandingkan dengan kolam air tenang.  Perbedaan utama adalah kolam air deras airnya mengalir dengan kecepatan  tinggi,sehingga perlu konstruksi kolam khusus untuk menahan arus air yang yang kuat pada dinding dan dasar kolam.  Oleh karena itu kolam air deras tidak dapat dibuat dari tanah tetapi harus berdinding beton yang cukup kuat.

 

Volume air minimal yang dibutuhkan untuk menyuplai kolam air deras kurang lebih 1,6 liter/detik/m3volume kolam.  Misalnya kita punya kolam berukuran 4x10x2 m = 80 m3, maka dibutuhkan air dengan debit 1,6 x 80 = 128 liter/detik atau 7.680 liter/menit =7,7 m3/menit. Dengan debit sebesar itu maka total air dalam kolam akan dapat terganti dalam waktu 10 menit.

 

Ukuran atau dimensi kolam harus menyesuaikan dengan debit air yang dibutuhkan, karena debit air bisa dipenuhi berdasarkan luas penampang melintang kolam. Misalnya kolam kita berukuran 4x10x2 maka luas penampangnya adalah 4 x 2 = 8 m2.  Jika debit air yang dibutuhkan adalah 128 liter/detikmaka kecepatan air yang mengalir dalam kolam kita adalah 0,128:8 = 0,016 m/dtk.

 

 Kecepatan air akan menentukan kemampuan arus dalam membuang sisa-sisa pakan dan kotoran lain dalam kolam ke saluran pembuangan.Jika arus air kurang kuat maka kotoran tersebut akan mengendap di dasar kolam dan bisa menjadi sumber penyakit. Tetapi jika kecepatan arus terlalu kuat maka energi yang digunakan oleh ikan untuk mempertahankan posisi tubuhnya menjadi besar sehingga laju pertumbuhan ikan bisa berkurang.

 

Kecepatan arus dalam kolam bisa diatur dengan mengubah lebar kolam.  Misalnya lebar kolam kita ubah menjadi 3 m, maka untuk mendapatkan debit yang sama kecepatan air dalam kolam akan meningkat jadi 0,021 m/detik.Untuk membangun kolam air deras selain konstruksi kolam maka tata letak kolam juga harus diperhatikan, terutama jika jumlah kolam cukup banyak (> 5 kolam).

 

Tata letak kolam menentukan efisiensi penggunaan debit air yang masuk ke dalam kompleks perkolaman, penyesuaian antara letak saluran inlet(air masuk), posisi kolam, saluranoutlet (saluran pembuangan) dan letak sumber air (sungai atau irigasi).  Jumlah kolam yang akan dibangun dipengaruhi oleh debit sumber air yang akan kita gunakan.

 

Jika kita ingin membangun 5 buah kolam secara paralel maka kelima kolam tersebut harus mendapatkan masukkan air dengan debit yang sama supaya pertumbuhan ikan di kolam tersebut seragam.  Tetapi kolam yang dibangun secara paralel membutuhkan debit yang besar dari sumber airnya.  Jika kita hanya mengandalkan saluran irigasi maka kebutuhan air tidak dapat dipenuhi.

 

Jika sumber air terbatas maka kolam dapat dibangun secara seri, dalam hal ini kolam yang letaknya di belakang akan mendapatkan suplai air dari buangan air kolam di depannya.  Hal ini mengakibatkan produksi ikan di kolam belakang bisa berkurang sampai separuh dari produksi kolam ikan di depannya.

 

Untuk meningkatkan produksi maka lebar kolam di belakang bisa dipersempit sehingga kecepatan air bertambah besar.  Dengan demikian kotoran yang terbawa dari kolam depan maupun yang berasal dari kolam itu sendiri dapat terbuang keluar dengan cepat.Jadi jika kolam disusun seri, misalnya kolam yang depan lebarnya 4 m, maka yang belakang sekitar 3 m.

 

Cara lain untuk mengurangi pengaruh limbah dari kolam adalah dengan membuat bak kontrol yang sekaligus berfungsi sebagai bak pengendapan. Air buangan dari kolam di sisi depan dialirkan semua ke kolam penampungan yang ukurannya tidak sebesar kolam produksi tapi lebih lebar dibanding lebar saluran air. 

 

Karena terjadi penambahan luas maka kecepatan arus akan berkurang sehingga kotoran yang dibawa akan mengendap di dasar kolam.  Dari kolam ini air dialirkan dari saluranatas ke kolam-kolambelakang dan kotoran yang mengendap dibuang ke saluran pembuangan melalui bagian bawah kolam.

 

Untuk meningkatkan oksigen terlarut dalam air maka air yang masuk ke dalam kolam sebaiknya dibuat seperti air terjun, sehingga tercipta turbulensi yang kuat. Oksigen akan lebih cepat dan banyak yang larut jika arus air kuat, luas permukaan air besar, serta terjadi turbulensi dalam air.

 

Selengkapnya baca majalah Trobos edisi Mei 2011