Kolom
01 January 2010
Dr. Ir. Arief Daryanto, MEc : Dinamika Daya Saing Industri Peternakan

Dr. Ir. Arief Daryanto, MEc
Direktur Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis IPB (MB-IPB)

Judul tulisan Dinamika Daya Saing Industri Peternakan (DDSIP) merupakan judul buku ke dua saya yang baru diterbitkan oleh IPB-Press. Buku pertama berjudul ?Peningkatan Daya Saing Industri Peternakan? diterbitkan oleh PT Permata Wacana Lestari, Penerbit Majalah TROBOS. Buku DDSIP tersebut diluncurkan oleh Dr Bayu Krisnamurthi (Wakil Menteri Pertanian) di IPB International Conference Center (15/12). Sementara Menteri Pertanian RI yang berhalangan hadir tetap memberikan sambutan dalam bentuk rekaman.
Mengapa memilih topik daya saing industri peternakan? Peternakan merupakan basis ekonomi yang berpotensi tinggi meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas (growth with equity). Namun sejauh ini belum dikembangkan secara optimal. Padahal peternakan memiliki peranan strategis dalam hal penyediaan pangan (terutama daging, susu dan telur) dan serat (tekstil, wool, rambut dan kulit),  sumber tenaga dalam berusaha tani (saat tanam, panen dan transport), penyedia lapangan kerja, sumber pendapatan peternak, sebagai tabungan atau liquid assets (buffer), penghasil devisa dan memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan aspek sosial dan budaya lokal (local social and cultural significance).
Prospek peternakan ke depan sangat cerah. Sumber-sumber pertumbuhannya dari sisi permintaan ditentukan oleh faktor pendapatan, laju pertumbuhan penduduk dan urbanisasi. Karena komoditas dan produk peternakan tergolong produk dengan nilai tinggi (high value products), maka kian tinggi pendapatan per kapita, kian tinggi pula permintaan terhadap komoditas dan produk-produk peternakan. Begitu pula dengan  kian besar jumlah penduduk dan tingkat urbanisasi akan berpengaruh terhadap permintaan komoditas serta produk-produk peternakan.
Dari sisi penawaran, produksi, produktivitas serta daya saing komoditas dan produk pertanian sangat terkait erat dengan ketersediaan dan harga pakan, perubahan tekonologi (genetika, pakan dan transportasi), harga energi dan lingkungan kebijakan (antara lain kerangka insentif, regulasi pasar dan kredit, sanitary standards, kebijakan ketenagakerjaaan dan lingkungan).  Karena itu perlu pemahaman terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi daya saing industri peternakan tersebut.

Bagaimana meningkatkan daya saing industri peternakan?
Sumberdaya peternakan berpotensi sebagai penggerak utama perekonomian nasional yang berbasis sumberdaya lokal. Sayangnya, impor Indonesia untuk produk ini sunguh tak sedikit. Daging sapi misalnya, impornya mencapai 30% dari kebutuhan nasional. Sedangkan impor susu sekitar 70% dari kebutuhan nasional. Dari sini bisa disimpulkan bahwa peran dan potensi peternakan saat ini belum teroptimalkan dengan baik.
Akibatnya, kinerja sektor ekonomi berbasis peternakan rendah. Beberapa permasalahan yang sering dihadapi peternak antara lain biaya produksi yang masih tinggi, kurangnya infrastruktur, sulitnya mendapatkan pasokan bahan baku yang berkualitas secara berkesinambungan, lemahnya permodalan, lemahnya kemampuan teknis pembudidayaan ternak, kurangnya standar kualitas dan keamanan pangan yang berasal dari hewan ternak dan penanganan pascapanen yang tidak memadai. Demi memperbaiki kinerja tersebut, tidak ada jalan lain kecuali semua pelaku usaha pembangunan peternakan berupaya meningkatkan produksi, produktivitas dan daya saing komoditas serta produk-produk peternakan.
Dalam buku DDSIP, definisi daya saing peternakan (livestocks competitiveness) adalah upaya negara dan bangsa (terutama para pelaku pembangunan seperti misalnya pelaku usaha, birokrat, akademisi dan pengambil keputusan) untuk senantiasa memanfaatkan secara maksimal kompetensi sumberdaya peternakan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Faktor-faktor penggerak dalam peningkatan daya saing peternakan yang mempengaruhi permintaan dan penawaran komoditas serta produk-produk peternakan bersifat multidimensi, terkait dengan dimensi kinerja ekonomi, efisiensi bisnis, efisiensi kepemerintahan dan infrastruktur. Mengingat banyaknya faktor yang mempengaruhi dinamika daya saing industri peternakan, maka peningkatan daya saingnya di era persaingan global membutuhkan penanganan yang holistik, komprehensif, terkoordinasi dan terintegrasi (HKTI).
Buku DDSIP membahas sumber-sumber pertumbuhan daya saing industri peternakan dan pentingnya keberpihakan pemerintah dalam membangun industri peternakan di tanah air. Topik-topik yang dibahas dalam buku DDSIP antara lain terkait dengan pentingnya perbaikan iklim investasi, perbaikan akses sumberdaya modal, pemanfaatan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mewujudkan pembangunan peternakan yang inklusif, pendekatan AgroFood Complex, peranan kewirausahaan dalam peningkatan nilai tambah, supply chain management, sumber-sumber pertumbuhan peternakan (antara lain revolusi peternakan, revolusi putih dan revolusi supermarket), kemitraan, biosekuritas dan integrasi bisnis dalam industri peternakan.

Selengkapnya baca di Majalah Trobos edisi Januari 2010