Pentingnya Penerapan Ekonomi Kelautan
Bogor (TROBOS). Seiiring dengan pertambahan jumlah penduduk dunia dan kesadaran akan nilai gizi ikan, permintaan terhadap produk perikanan bakal terus meningkat. MenurutGuru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Perikanan Bogor, ProfRokhmin Dahuri, dalam dekade terakhir, total produksi perikanan tangkap berfluktuasi pada angka sekitar 90 juta ton/tahun, atau kondisinya sudah ‘leveling off’ (jenuh). Kondisi ini akibat overfishing sekitar 70% wilayah perairan laut dunia, begitu juga di perairan Indonesia, sementara perikanan budidaya belum berkembang.
Rokhmin menjelaskan, untuk menjamin keberlanjutan sumber daya perikanan di masa mendatang diperlukan penerapan prinsip ekonomi kelautan yang berlangsung di wilayah pesisir dan lautan, atau yang menggunakan sumber daya alam dan jasa-jasa lingkungan kelautan untuk menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan manusia. “Maka prinsipnya usaha perikanan tangkap, perikanan budidaya, hingga industri pengolahan hasil perikanan perlu menerapkan; ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan nilai tambah produk, serta mengurangi emisi CO2 dan polutan; konservasi biodiversitas; serta adaptasi dan mitigasi perubahan iklim global dan bencana alam lain,” terang Rokhmin.
Selengkapnya baca di majalah Trobos edisi Mei 2012










