Berita & Peristiwa
01 May 2012
Pasokan Jagung Menipis

Jakarta (TROBOS). Asosiasi Produsen Pakan Indonesia (GPMT) mengajukan permintaan impor jagung. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT), Sudirman mengatakan, jika  tidak segera impor jagung, maka industri pakan ternak akan mengalami kekurangan bahan baku jagung pada bulan depan. Dikatakan Sudirman, kebutuhan jagung untuk industri pakan ternak pada Mei tahun ini sebanyak 560.000 ton. Sedangkan pasokan dari dalam negeri hanya 310.000 ton, sehingga masih kekurangan 250.000 ton.

Sementara itu, seperti dilansir bisnis.com,Sekretaris Perusahaan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, Christine R Wibisono mengatakan, ini disebabkan kemungkinan pasokan jagung lokal untuk beberapa periode ke depan tidak mencukupi. “Sehingga perlu mengamankan kelancaran bahan baku pakan ternak,” ungkapnya.

Sudirman menambahkan keterangan, pemerintah sudah mengecek pasokan jagung di Medan dan Lampung yang merupakan sentra produksi jagung. Namun, berdasarkan laporan dari Kepala Dinas Pertanian Sumatera Utara, panen jagung di daerah tersebut sudah habis, sehingga sudah tidak ada pasokan lagi. Demikian juga di Lampung, panen jagung sudah selesai dan saat ini baru memulai tanam jagung yang diperkirakan baru akan panen pada 3 bulan ke depan.

Setelah melakukan survei pasokan jagung di Medan dan Lampung, tim terpadu Kementerian Pertanian akan melakukan survei di Jawa Timur dan Makasar. Kementerian Pertanian menyatakan sampai saat ini masih tim terpadu jagung masih bekerja untuk mendapatkan data produksi dan stok jagung saat ini.

Selengkapnya baca di majalah Trobos edisi Mei 2012