Hilir
01 October 2010
Ragam Hidangan Serba Susu

Susu per liter dibeli Cimory dengan harga lebih dari 10% di atas harga pasaran

Melintasi kawasan Puncak, tak afdol rasanya jika tidak mampir di ?Cimory Resto? (Cimory). Ya, tempat makan dengan  konsep restoran keluarga bernuansa pegunungan itu memang punya dayatarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke daerah puncak. cukup menarik perhatian. Terlebih saat terjadi kemacetan sepanjang puncak, tak jarang banyak dari pelancong yang mampir sekedar untuk merelaksasikan tubuhnya.
Resto yang lokasinya di Jalan Raya Puncak Bogor tepatnya Km 77 itu menjajakan beragam produk olahan serba susu siap saji. Memasuki komplek resto Cimory, mata pengunjung langsung dimanjakan oleh pemandangan alam pegunungan yang terhampar di belakang resto. Tampak dari luar jejeran kendaraan terparkir di sana.
TROBOS yang berkesempatan mengunjungi resto unik itu ditemui oleh Corperate Public Relation Indesa Saputri. Ia menceritakan sejarah berdirinya resto hingga sekarang terkonsep menjadi restoran keluarga yang cukup terkenal. Indesa bercerita, adalah Bambang Sutantyo pria keturunan Tionghoa Semarang yang merintis usaha ini.
Bambang, kata Indesa, sudah menetap lama di wilayah Cisarua Bogor. Berawal dari kegemaran Bambang mengkonsumsi susu segar  dari peternakan rakyat sekitar, ia pun merasa terpanggil untuk memajukan peternakan sapi perah di sekitar wilayahnya. Panggilan jiwa itu juga terdorong rasa prihatin akan keberadaan peternakan sapi perah sekitar Cisarua yang tidak terawat. 

Susu dari KUD
Bertekad untuk mensejahterakan peternak sekitar, ia pun mendirikan bisnis pengolahan industri susu.  Tepat pada 18 Februari 2006, Bambang meresmikan pembukaan Cimory yang merupakan kepanjangan kata dari Cisarua Mountain Dairy. Awalnya Cimory hanya menjual produk susu segar. Pasokan susu yang diperoleh Bambang berasal dari peternakan sekitar yang tergabung dalam Koperasi Unit Desa (KUD). Pembelian susu berasal dari 3 KUD yang terletak disekitar Cimory yaitu dari KUD Cisarua, KUD Cipanas dan KUD Sukabumi.
Tahun awal adalah masa?masa  yang sulit untuk memasarkan hasil olahannya. Apalagi susu yang diperoleh Bambang dari hasil peternakan sekitar masih di bawah standar kualitas. Guna mendorong peternak untuk meningkatkan kulitas susu, Bambang pun menerapkan sistem pembelian susu di atas harga standar. ? Jadi susu per liter kita beli lebih dari 10% di atas harga yang ada ,? ucap Indesa seraya mencontohkan Bambang.
Awalnya pasokan susu yang bisa diserap Cimory hanya sekitar 30 ribu liter per minggu. Namun sekarang seiring dengan berjalannya waktu serapan susu yang diproduksi Cimory kini mencapai 100 ribu liter/minggu. ?Terlebih dengan pembelian susu di atas harga premium yaitu sekitar Rp 4.000/liter, para peternak yang tergabung dalam KUD semakin berlomba lomba untuk menghasilkan susu dengan kualitas terbaik,? tambah Indesa.
Berkat kesabaran pria lulusan pendidikan Teknologi Pangan Jerman itu dalammembimbing para peternak yang menjadi anggota koperasi di Cisarua ini, pelan-pelan para peternak mulai bisa menghasilkan susu segar dengan kualitas yang baik. Kesejahteraan hidup para peternak pun kian terdongkrak.

100% Susu Murni
Indesa menjelaskan jika dihitung, setiap hari Cimory menyerap susu sebanyak 20 ribu liter. Kemudian susu tersebut diolah menjadi susu segar (fresh milk) sebanyak 8 ribu liter dan 12 ribu liter untuk minuman yoghurt. Proses pembuatan susu dan yoghurt buatan Cimory, sama dengan proses pengolahan susu pada umunya.  ?Cuma yang membedakan dari bahan baku yang kita pakai 100 % susu tanpa penambahan air,? kata Indesa.

Selengkapnya baca di Majalah TROBOS Edisi Oktober 2010