VIV Asia: Etalase Peternakan dan Perikanan Asia Pasifik
Industri peternakan dan perikanan di Asia Pasifik mampu memenuhi setengah dari kebutuhan dunia. Faktanya, kedua sektor agribisnis tersebut bisa bertahan saat krisis, bahkan bisa memainkan perannya sebagai penyelamat ekonomi global.
Akselerasi industri peternakan dan perikanan kian terasa. Guna mencerminkan kemajuan dan pengembangan agribisnis peternakan dan perikanan, setiap 2 tahun sekali digelar acara pameran peternakan dan perikanan internasional bernama VIV Asia. Pameran berikutnya bertajuk VIV Asia 2011 dan Aquatic Asia 2011, yang akan diadakan di Thailand sebagai salah satu negara sentra industri peternakan dan perikanan di Asia. Sosialisasi rencana pameran tersebut digelar di Jakarta bekerjasama dengan Majalah TROBOS pada 30 Juni 2010 lalu. Selain press conference acara juga dilanjutkan dengan diskusi Agribisnis dengan pembicara Prof Bustanul Arifin, seorang ekonom pertanian.
Perkembangan Industri dan Teknologi
Menurut Project Manager VIV Asia NEO, Teerayuth Leelakajornkij Sr, pameran akbar itu akan diikuti tidak kurang dari 650 perusahaan di bidang peternakan yang akan memamerkan produk inovatifnya. Perusahaan-perusahaan tersebut bervariasi mulai dari penyedia pakan ternak hingga penyedia teknologi pengolahan produk peternakan. Jumlah peserta pameran itu meningkat 15% dibandingkan dengan pada pameran VIV Asia 2009. Masih kata Teerayuth, diperkirakan lebih dari 22.000 orang yang berasal dari seluruh dunia akan berkunjung dalam pameran terbesar bidang Peternakan dan Perikanan terbesar di Asia itu.
Sementara untuk perikanan, menurut Project Manager Asia-Pacific VNU EE, Ruwan Berculo, ada tidak kurang 50 perusahaan perikanan yang ikut serta. Perusahaan perikanan yang ikut mulai dari industri yang bergerak pada penyiapan benih hingga pengembangan produk inovatif akuakultur. Ruwan menilai, diangkatnya sector perikanan dalam pameran ini karena pertumbuhan di industri ini merupakan yang paling tinggi di antara industri bahan pangan lainnya. Selain itu, wilayah Asia juga merupakan wilayah industri perikanan yang memiliki prospek cerah. Hal ini didasarkan pada fakta bahwa produk perikanan di wilayah Asia memasok hampir setengah permintaan produk perikanan dunia. “Pameran ini peluang besar bagi trader di wilayah Asia, untuk mempelajari beragam inovasi baru dan teknologi yang ada di pameran guna pengembangan produk mereka dan untuk meningkatkan produktivitas,” ujar Ruwan. Disamping menimba ilmu, lanjut Ruwan, pameran VIV ini merupakan ajang bagi pelaku industri peternakan dan perikanan untuk saling tukar informasi dan diskusi.
Secara umum, Teerayuth menjelaskan, peternakan dan perikanan masih dipandang oleh para pakar ekonomi sebagai sektor yang menjanjikan di masa depan.”Saya percaya industri ini akan tetap berjalan baik karena orang akan tetap makan ayam dan ikan,” kata Teerayuth. Pameran itu akan menampilkan perkembangan industri dan teknologi terkini di industri peternakan-perikanan mulai produksi pakan hingga daging. Diantaranya, mesin-mesin pakan, feed additive untuk ternak dan ikan, obat hewan, pakan, breeding (pembibitan), peralatan kandang, mesin-mesin olahan untuk daging, telur, susu dan lainnya.
Selama pameran itu juga berlangsung seminar mengenai perkembangan terkini industri peternakan-perikanan. Seminar-seminar tersebut akan menghadir pembicara dari para ahli peternakan dan perikanan dunia. Teerayuth menjamin pengunjung akan dibuat kagum oleh berbagai macam produk inovasi di bidang peternakan dan perikanan.
Kunjungan ke Peternakan
Apakah pada saat kunjungan VIV dapat di fasilitasi juga untuk kunjungan ke peternakan dan rumah potong hewan serta fasilitas peternakan dan perikanan yang lainnya? Pertanyaan tersebut mengemuka dari sebagian pesar peserta koferensi. Kunjunagan untuk melihat langsung peternakan di Thailand dirasa penting, sehingga pelaku bisnis selain mendapatkan informasi juga mendapatkan gambaran yang lebih berguna untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia. Meski tidak secara resmi menjadi program dalam pelaksanaan VIV Asia, namun Teerayuth berjanji akan membantu dan memfasilitasinya.









