Hot Issue
01 March 2013
Pukulan AI Sadarkan Peternak Itik

Optimis, penetapan vaksinasi AI pada itik sebagai kebijakan nasional akan diikuti peternak itik dengan menerapkan program vaksinasi rutin

Abdul Wahid hari-hari terakhir ini dipaksa gigit jari. Bukan saja karena beberapa bulan laluternak itiknya bergelimpangan disatroni virus AI clade 2.3.2.1, kini ia juga harus menyaksikan permintaan itik pedaging sedang tinggi dan harga demikian bagus.

Ketua Kelompok Tani Ternak Itik Igan Mekar di Desa Karanganyar, Kabupaten Cirebon, Abdul mengatakan, situasi saat ini berbeda dengan kasus AI pada 2005. Kala itu permintaan daging anjlok menyusul tewasnya manusia akibat positif flu burung. Masyarakat khawatir, mengonsumsi daging unggas akan membahayakan jiwa. ”Tetapi kali ini beda. Permintaan konsumen tak terpengaruh isu AI sementara pasokan daging dan telur itik merosotdrastis akibat banyak kematian,” urai dia.

Untuk wilayah Cirebon saja, kematian itik dilaporkan Himpuli (Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia) sekitar 35 ribu ekor.Di Cirebon rata-rata peternak memelihara 1.000 sampai 2.000 ekor itik, dan secara normal kematian hanya 2 % dari total populasi. Tapi terakhir, kata Ketua Divisi Bebek di Himpuli ini, kematian mencapai 70 %.”Yang selamat pun tidak produktif bertelur, danterpaksa dijual sebagai pedaging,” tuturnya pilu.

Tidak Biasa Vaksin
Diakui Abdul, selama ini peternakan itik tidak menerapkan program vaksinasi. “Karena sebelumnya nggak ada kasus yang serius. Kematian 2 – 5 % biasalah,” kata Abdul.Kasus yang umum ditemui seperti “bubul” dan kasus keracunan (kesalahan) pakan, diatasi peternak dengan menggunakan obat herbal alami. “Pakai obat herbal saja sembuh, ya sudah,” ucapnya menirukan pendapat rekan-rekannya. Dibenarkan, beberapa kali ada program vaksinasi gratis dari dinas setempat, antara lain ND (Newcastle Disease) dan AI, tapi sayang tidak dilanjutkan secara mandiri oleh para peternak.

Pukulan kali ini, disikapi peternak dengan menyadari pentingnya program vaksinasi AI pada itik. “Pemerintah menetapkan vaksinasi pada itik sebagai kebijakan nasional, saya yakin akan diikuti peternak itik menerapkan program vaksinasi secara rutin,” kata Abdul.

Joko mengamini, “Mulai saat ini tentu saya akan menggunakan vaksin. Untuk mencegah kerugian peternak pasti mau.” Dan program pemerintah berupa bantuan vaksin dinilainya sebagai bentuk kepedulian pada usaha peternakan itik.

Selengkapnya baca di majalah TROBOS Livestock Edisi Maret 2013