Agri Ternak
01 December 2010
Pergerakkan Permintaan Babi di Akhir Tahun

Permintaan pasar akan daging babi diprediksi meningkat 10 – 20 % menjelang Natal dan tahun baru

Menjelang akhir tahun, menjadi waktu yang dinanti para peternak babi. Pasalnya, permintaan konsumsi daging babi biasanya meningkat tajam mengingat banyaknya perayaan besar seperti Natal dan Tahun Baru. Sejumlah sentra peternakan babi seperti Solo, Pontianak, dan Medan yang merupakan pun berlomba mempersiapkan produksi.
Rudi Kurniadi peternak babi asal Solo, menuturkan, setiap akhir tahun komoditas babi biasanya ada kenaikan harga mengikuti peningkatan permintaan. “Mungkin harga akan naik sekitar 5 %, dari sekarang di harga Rp 20.000 per kg babi hidup,” ujarnya. Spesifikasi permintaan babi untuk wilayah Solo yang kebanyakan babi dengan bobot 60 - 80 kg.
Pendi pengusaha rumpah potong babi di Batam mengatakan, menjelang Natal dan tahun baru biasanya penjualan babi dalam bentuk karkas meningkat sekitar 10 - 20 % dari 40 ekor per hari. Kisaran harga karkas babi yang ia jual di rumah potongnya berkisar Rp 30.000 – 35.000 per kg.
Sumadi Rachman peternak asal Medan juga memperkirakan permintaan daging babi akhir tahun ini naik. “Tidak seperti tahun kemarin,” tegasnya. Ia menjelaskan pada 2009 harga daging babi cenderung turun akibat adanya isu flu babi. Sumadi berharap Desember ini harga daging babi bisa mengalami kenaikan hingga 30 – 40 % untuk wilayah Medan.
Nawa Subianto dokter hewan PT. Fajar Semesta Indah (peternakan babi Kalimantan Barat) menambahkan, babi yang biasa untuk dihidangkan di rumah makan atau pada hari besar, biasanya babi yang sesuai umur potong. “Umur babi yang siap potong berkisar 6 – 8 bulan,” jelas nawa.

Selengkapnya baca di Majalah TROBOS Edisi Desember 2010