Agri Ternak
01 October 2012
Permen Balok Efisienkan Pakan Ayam Buras

Subtitusi 60% pakan komersil dengan pakan fermentasi berpotensi menghemat biaya produksi ayam buras pedaging lebih dari Rp 2.000/ekor

Permen balok bukanlah batangan permen manis yang lazim disukai anak-anak. Tapi kependekan dari “Pelet Fermentasi Bahan Pakan Lokal”, hasil riset dari Tim Peneliti Permen Balok beranggotakan 5 orang yang dikomandoi Luthfan Basalamah, mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM).

“Permen balok ini bentuknya seperti remah (crumble), tidak berupa tepung lagi,” kata Luthfan. Bentuk remah itu diperoleh karena kadar molases (tetes tebu) yang tinggi. Penggunaan molasses mencapai 5 – 8% pada formulasi Permen Balok menjadikannya lengket saat mengering.

Aplikasi
Balok Permen yang dihasilkan tidak bisa langsung diberikan kepada ayam buras, tetapi harus dicampur dengan pakan ayam pedaging jenis BR1. “Karena sifatnya bukan untuk pakan alternatif, tapi substitusi sebagian dari pakan komersil yang mahal untuk menghemat biaya,”terang Luthfan.

Pada penelitian Permen Balok ini, Luthfan dan timnya mencoba beberapa rasio campuran Balok permen : BR1, yaitu kelompok Balok A=70:30, Balok B=60:40, dan Balok C=50:50. Selain itu untuk kelompok kontrol (K) ayam diberi 100% pakan BR1. Campuran Balok Permen dengan BR1 ini diaplikasikan setelah ayam berumur 28 hari atau selepas masa starter, sampai dengan panen umur 60 hari. Pada umur 0 – 28 hari (starter) ayam buras diberi pakan BR1 murni.

Hemat Pakan, Irit Biaya
Berdasar analisa nutrisi yang dilakukan terhadap pakan  campuran Permen Balok A, B, C, dan kontrol (BR1), kadar protein campuran B tercatat hanya 16,51%, terendah dibanding campuran lain maupun kontrol. Akan tetapi pakan  ini justru menghasilkan konversi pakan/FCR (Feed Convertion Ratio) terendah diantara perlakuan, yaitu 3,24. Angka ini hanya terpaut 0,11 dibanding pakan kontrol (BR1) yang memiliki kandungan protein 20%. Menurut Luthfan, kemungkinan besar rasio campuran B ini yang paling serasi dan memiliki kecernaan paling tinggi bagi ayam.

Bahan dan Formulasi
Bahan balok permen antara lain jagung, bekatul (dedak halus), bungkil kedelai, molases, premix pakan unggas (komersial), dan starter / inokulum fermentasi. Sebelum di fermentasi pakan dicampur terlebih dahulu dengan porsi tertentu. Jagung menempati porsi terbanyak, yaitu 55– 58%, diikuti bekatul 25% dan bungkil kedelai cukup 8 – 10%. Selanjutnya premiks dan molases 5 - 8%.

Fermentasi
Setelah tercampur semua bahan dimasukkan ke dalam tong fermentasi. “Tong harus bisa ditutup rapat dan kedap udara. Karena fermentasi harus anaerob,”kata Luthfan. Proses fermentasi dilakukan selama 5-7 hari. Setelah fermentasi sempurna, jadilah ‘Permen Balok’ yang bertekstur lembut namun berbentuk remah, beraroma asam-manis segar karena terbentuk asetat, berwarna kecoklatan dan tidak basah. Setelah fermentasi sempurna, Luthfan menjamin balok permen akan mampu bertahan selama 5 bulan, asal tong tertutup rapat.

Selengkapnya baca di majalah TROBOS Livestock edisi Oktober 2012