Agri Ternak
01 December 2012
Garap Pembibitan Kambing Boer

Bibit kambing boer umur 1 tahun berkualitas genetik dan performa baik, dengan berat badan 60 – 70 kg harga jualnya mencapai Rp 10 juta per ekor

Kambing boer belum begitu populer di kalangan masyarakat dibandingkan jenis kambing yang lain. Namun potensi genetik kambing yang berasal dari Afrika Selatan ini sangat tinggi dan cocok untuk tujuan pedaging.

Diungkapkan Julianto, Penanggung Jawab Citra Alam Mandiri Farm – pembibitan kambing boer di daerah Dawuan Subang Jawa Barat, pertumbuhan kambing boer lebih cepat dibanding kambing lokal. “Tentunya harus ditunjang dengan pakan dan manajemen yang baik,” kata Julianto kepada Trobos Livestock di lokasi peternakan beberapa waktu lalu.

Ia memberikan gambaran, idealnya kambing boer umur 1 tahun bisa mencapai berat badan 80 – 90 kg. Artinya, jika berat badan itu dibagi dengan 360 hari maka pertumbuhan rata–rata kambing boer adalah 200 g per hari. “Di sini kami baru bisa mencapai pertumbuhan rata–rata 130 – 150 g per hari,” ungkapnya.

Selain itu, bentuk tubuh kambing boer unik yaitu pendek dan berotot padat terutama tubuh bagian belakang. Tidak seperti kambing peranakan ettawa yang tubuhnya ramping. “Kualitas dagingnya pun tidak kalah dengan kambing yang lainnya,” kata Julianto.

Garap Pembibitan
Peternakan yang berjalan sejak 2009 ini memang difokuskan untuk pembibitan. Dimulai populasi 60 ekor betina, kini telah berkembang menjadi sekitar 300 ekor kambing boer dengan komposisi sekitar 250 ekor betina dan sisanya jantan.

Julianto mengakui belum banyak pelaku usaha yang menggarap usaha pembibitan kambing khususnya kambing boer sehingga pihaknya mencoba fokus di pembibitan. “Kami senang ke arah proses belajar dan teknologi untuk menghasilkan bibit yang unggul. Juga seni beternak yang mengarah ke perbaikan genetik dan pemurnian,” papar Product Manager PT Tekad Mandiri Citra ini.

Kawin Alami
Awalnya, proses perkawinan menggunakan inseminasi buatan namun kini lebih banyak menggunakan kawin alami. Untuk kawin alami, kambing boer betina yang sedang berahi disatukan dengan kambing jantan dalam satu kandang. “Hasilnya, kawin alami lebih efektif karena bisa 100 % berhasil. Tidak seperti IB yang kemungkinan berhasilnya itu 50 : 50,” ujar Julianto.  

Dari hasil perkawinan yang ada telah dihasilkan keturunan sampai generasi ke 3 (F3). Seleksi terus dilakukan dengan memperhatikan recording atau pencatatan yang ada. Ear tag pun digunakan sebagai penanda atau identitas silsilah dari kambing yang bersangkutan.  

Kambing boer jantan yang layak jadi bibit harus sudah berumur 1,5 tahun. Sedangkan kambing betina sudah bisa menjadi bibit pada umur 11 – 12 bulan dengan berat badan yang ideal di atas 35 kg. “Sebenarnya kambing betina bisa dikawinkan pada umur 8 bulan tapi agar mencapai dewasa kelamin dan tubuh yang pas sehingga baru dikawinkan pada umur 11 – 12 bulan,” ujarnya.

Kambing boer betina umumnya dalam 2 tahun beranak 3 kali dengan rata–rata beranak 2 ekor per kelahiran dan masa bunting selama 5 bulan. Saat pertama kali beranak, biasanya anak yang dihasilkan 1 ekor.

Selengkapnya baca di majalah TROBOS Livestock Edisi Desember 2012